Iklan

Iklan

BI Ungkap Alasan Maros Melaju Paling Cepat soal Digitalisasi Keuangan

28 Januari 2026, 3:00 PM WIB Last Updated 2026-01-28T07:00:35Z

Pemerintah Kabupaten Maros saat menerima Penghargaan 



RAKYATSATU.COM, MAROS — Bank Indonesia (BI) menilai Pemerintah Kabupaten Maros sebagai salah satu daerah paling progresif dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan di Sulawesi Selatan. Implementasi transaksi non-tunai di Maros dinilai berjalan cepat dan konsisten.


Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengatakan digitalisasi keuangan daerah merupakan amanat lintas kementerian untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat transparansi dan pengendalian keuangan.


“Secara teori, pemanfaatan teknologi membawa banyak manfaat—lebih cepat, meminimalkan kebocoran, dan memudahkan monitoring setiap saat. Ini jauh lebih efektif dibanding sistem manual,” ujar Ricky saat menghadiri kegiatan di Maros.


Menurut Ricky, dibandingkan 24 kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan, laju digitalisasi di Maros tergolong paling cepat. Dukungan kuat Bupati Maros Chaidir Syam menjadi salah satu faktor pendorong utama, termasuk keberanian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan berbagai inisiatif, seperti Bapenda Award dan digitalisasi sektor layanan publik.“


Dukungan bupatinya sangat kencang. Komunikasi kami juga intens, bahkan lewat pesan singkat, untuk memastikan program ini berjalan. Sekarang pusat perbelanjaan dan objek wisata di Maros sudah mulai didorong ke sistem digital,” kata Ricky.


Meski demikian, Ricky mengakui masih terdapat tantangan teknis, terutama di objek wisata unggulan seperti Bantimurung dan Leang-Leang. Kompleksitas pembagian hasil tiket antara pemerintah daerah, taman nasional, dan asuransi sempat menghambat penerapan pembayaran digital.


BI Sulsel, kata Ricky, telah memberikan solusi teknis agar transaksi tetap dapat dilakukan secara non-tunai. “Bantimurung memang cukup kompleks soal bagi hasil, tapi sistemnya sudah kami siapkan dan sekarang beres. Wisatawan, terutama generasi milenial, tentu lebih nyaman dengan pembayaran digital,” ujarnya.


Ke depan, BI berharap digitalisasi di Maros tidak berhenti pada penyediaan sistem, tetapi juga membentuk ekosistem pengguna. Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan menjadi contoh dalam penggunaan transaksi digital.


“ASN harus jadi role model. Ajak keluarga dan lingkungan sekitar menggunakan QRIS. Jika ekosistem ini terbentuk di pasar, sekolah, hingga warung kopi, akselerasi ekonomi digital Maros akan melesat lebih cepat,” kata Ricky. (Ikhlas/arul) 

Komentar

Tampilkan

  • BI Ungkap Alasan Maros Melaju Paling Cepat soal Digitalisasi Keuangan
  • 0

Terkini

Iklan