Iklan

Iklan

25 Tahun BPOM: Dari Janin hingga Liang Lahat, Perempuan Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan

27 Januari 2026, 10:23 PM WIB Last Updated 2026-01-27T14:23:43Z

RAKYATSATU. COM, JAKARTA — Di balik setiap makanan yang tersaji di meja makan, suplemen yang dikonsumsi saat tubuh letih, hingga kosmetik yang digunakan sebelum beraktivitas, ada peran senyap Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) yang memastikan seluruh produk aman dan layak dikonsumsi masyarakat.


Memasuki usia 25 tahun, BPOM RI memperingati hari jadinya dengan pendekatan berbeda. Tak sekadar seremoni, peringatan ini diisi forum bertajuk Inspirational Women Talk dengan tema “Empowered Women, Powerful Change”, yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2025).
Forum tersebut menegaskan pesan penting: perempuan bukan lagi sekadar objek kebijakan, melainkan aktor strategis dalam pembangunan, khususnya di sektor kesehatan, pangan, dan ekonomi.


Acara ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamennaker) RI Afriansyah Noor, serta Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar. Turut hadir Ketua Umum Dharma Wanita Indonesia Ida Rachmawati Ida Gunadi Sadikin dan Ketua DWP BPOM RI Elfi Ikrar.


Dalam sambutannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 2,4 juta UMKM di sektor pangan, yang mayoritas pelakunya adalah perempuan. Angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kontribusi nyata perempuan dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus perekonomian nasional.
“Memberdayakan perempuan Indonesia berarti memperkuat kontribusi mereka bagi kemajuan Indonesia,” ujar Taruna.


Ia menekankan, sektor UMKM pangan dan farmasi berkaitan langsung dengan keselamatan publik. Karena itu, peran perempuan di sektor ini bukan hanya penting secara ekonomi, tetapi juga strategis bagi kesehatan masyarakat.


Taruna juga menyebut usia 25 tahun sebagai fase kedewasaan BPOM. Lembaga ini, katanya, dituntut semakin adaptif dan berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan gaya komunikatif, ia menggambarkan peran BPOM yang mengawal kehidupan manusia sejak “janin dalam kandungan hingga liang lahat”, menegaskan bahwa obat dan makanan menyentuh aspek paling fundamental kehidupan.


Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian perempuan. Selain mendorong perempuan mengambil peran strategis, forum ini juga membekali peserta dengan keterampilan memanfaatkan media digital untuk pengembangan personal branding dan usaha.
Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, kemampuan digital dinilai krusial bagi pelaku UMKM perempuan agar produk dapat naik kelas dan memiliki daya saing.


Dari sisi ketenagakerjaan, Wamennaker Afriansyah Noor menegaskan bahwa pekerja informal di sektor UMKM merupakan penopang ekonomi yang kerap luput dari perhatian, meski jumlahnya besar dan perannya vital. Ia membuka peluang kolaborasi melalui skema tenaga kerja mandiri serta mengapresiasi BPOM sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat dari produk berisiko.


“BPOM adalah penjaga awal produk-produk yang dikonsumsi rakyat Indonesia,” kata Afriansyah. Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan siap bersinergi dengan BPOM untuk mendorong UMKM tumbuh sehat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan hak dasar manusia. Ia mendorong integrasi perspektif gender dalam setiap kebijakan dan program, termasuk layanan kesehatan.


Menurutnya, kebutuhan perempuan dan laki-laki tidak selalu sama, sehingga edukasi pengawasan obat dan makanan harus menjangkau perempuan secara lebih luas. Arifah menilai BPOM berpotensi menjadi role model kebijakan berperspektif gender menuju Indonesia Emas 2045.
“Perempuan dan anak adalah kelompok yang paling merasakan langsung dampak dari kualitas pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.(Ikhlas/ Amd)
Komentar

Tampilkan

  • 25 Tahun BPOM: Dari Janin hingga Liang Lahat, Perempuan Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan
  • 0

Terkini

Iklan