Iklan

Iklan

Pj Bupati Sinjai Sebut Kader PKK Ujung Tombak Penanganan Stunting

03 Januari 2024, 1:31 PM WIB Last Updated 2024-01-03T08:33:49Z

Pj Bupati Sinjai berama Istri saay hadir dalam salah satu kegiatan Pemerintahan / Foto : Dok. Pemkab Sinjai 

RAKYATSATU.COM, SINJAI - 
Maksimalkan Konvergensi Penanganan Stunting, Pj Bupati Sinjai Libatkan Peran Kader PKK dan KPM


Pj Bupati Sinjai Maksimalkan Peran Kader PKK dan KPM Tekan Angka Stunting 


SINJAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melakukan berbagai upaya dalam konvergensi penanganan stunting sebagai wujud dukungan program nasional Presiden Joko Widodo.


Penanganan stunting tersebut merupakan satu dari delapan program prioritas yang wajib dijalankan T.R Fahsul Falah setelah diamanahkan menjadi Penjabat (Pj) Bupati Sinjai.


Keseriusan Pj Bupati Sinjai pada pelaksanaan program prioritas itu dibuktikan dengan mengerahkan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan melibatkan kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai mitra.


Tak sekadar melibatkan begitu saja, akan tetapi para kader PKK Kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan juga dibekali peningkatan kapasitas. Termasuk kader pembangunan manusia (KPM) di sembilan kecamatan dengan total 480 orang kader.


Pj Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah, mengatakan, pelibatan kader PKK dan KPM sangat penting dalam upaya penanganan stunting karena kader PKK dan KPM merupakan ujung tombak yang selama ini membantu Pemkab Sinjai mewujudkan program di masyarakat.


"Kader PKK dan KPM ujung tombak kita dibawah (lapangan - read). Sebagai mitra pemerintah daerah, mereka punya peran yang cukup strategis membantu melakukan tracking, penyuluhan hingga pencegahan Stunting. Makanya kehadirannya sangat penting dalam melakukan kolaborasi," kata T.R sapaannya akrabnya, Rabu (3/1/2024).


Selain peningkatan kapasitas kader PKK, Pemkab Sinjai melalui Dinas PMD juga fokus pada pelatihan pembuatan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal untuk desa dan kelurahan lokus stunting yang ditujukan kepada kader PKK, Posyandu kader kesehatan, dan duta Stunting.


Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait cara mengolah dan menyajikan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal untuk penanganan stunting.


Sedang sembilan OPD lainnya yang dikerahkan untuk mengatasi persoalan Stunting di Sinjai selain Dinas PMD, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan


Kemudian Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sinjai.


Sebelumnya, Pj Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah menggelontorkan anggaran sebesar Rp6,4 miliar lebih untuk menekan angka stunting. Anggaran itu bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) tahun 2023 yang disebar di 10 OPD lingkup Pemkab Sinjai untuk melaksanakan berbagai program strategis penanganan stunting. [Ikhlas/Asdar]

Komentar

Tampilkan

  • Pj Bupati Sinjai Sebut Kader PKK Ujung Tombak Penanganan Stunting
  • 0

Terkini

Iklan