Iklan

Iklan

Pj Gubernur Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Batangase

21 November 2023, 11:39 AM WIB Last Updated 2023-11-24T01:42:29Z

Pj Gubernur Sulsel didamping pejabat Pemprov dan Pemkab Maros saat pantau bahan pokok di Pasar Tradisional Batangase, Selasa (21/11/2023)/ Foto : Dok. Pemkab Maros 

RAKYATSATU.COM, MAROS
- Delam mengawasi perubahan harga bahan pokok di pasar, Bahtiar Baharuddin selaku Penjabat Gubernur Sulsel serta Tim Inflasi Provinsi Sulsel. melakukan sidak di pasar Tradisional Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.




Tidak hahya itu peninjauan harga bahan pokok ini juga turut melibatkan Suhartini buhori selaku Wakil Bupati Maros dan Forkopimda Maros.




"Dalam peninjauan kita saat ini, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan dan penurunan namun masih signifikan,”kata Bahtiar, Selasa (21/11/23).




Harga beras terbilang masih stabil dan normal, beras medium Rp14 ribu per kg, beras premium Rp15 ribu. Namun untuk harga telur (ayam boiler) mengalami penurunan yakni mencapai harga saat ini harganya untuk telur ayam broiler Rp25 ribu per kg.




Berbanding terbaik dengan harga telur di pasar, harga cabai rawit mengalami penaikan.




“Saat ini harga beras dan telur tergolong stabil namun untuk harga cabai mengalami kenaikan,” Ungkap Bahtiar dalam sesi wawancaranya.




"Kalau kita lihat di Bone cabai (rawit) Rp55 ribu, hari ini saya lihat di dua tempat cabai rawit Rp80 ribu, bahkan ada yang Rp90 ribu, ini yang dari Salo Dua Enrekang. Jadi mahal sekali," Lanjutnya.




Menyikapi hal tersebut pejabat gubernur sulsel menginisiasi seluruh daerah melaporkan kondisi harga komoditi yang mengalami kenaikan dan penurunan agar dapat bisa ditindak lanjuti secepatnya




"Beberapa harga ini harus ditangani, makanya kami bawa Tim Inflasi. Karena Senin dan Selasa daerah secara serentak (melaporkan). Setelah ini kami tindaklanjuti dengan operasi pasar segera supaya komoditi yang harganya ada kenaikan misalnya gula, jika tersedia stok dari pemerintah untuk segera diturunkan," paparnya.




Untuk itu, jika selama ini telah dilakukan program tanam cabai namun karena masih tingginya permintaan, harga juga masih sangat tinggi. Sehingga tahun depan, pihaknya berencana untuk memasifkan penanaman cabai, tidak hanya imbauan tetapi memberikan bibit gratis, direncanakan sebanyak 50 juta bibit.




"Kalau tidak, nanti ganti gubernur begitu lagi diskusinya karena persoalan cabai. Malu kita urusan cabai tidak bisa kita selesaikan. Saya minta juga untuk bupati dan wali kota serta Forkopimda untuk gerakan yang lebih agresif," imbuhnya.




Pedagang pun terpaksa menaikkan harga, karena faktor harga beli di petani mereka juga tinggi, selain permasalahan stok.




"Untuk cabai merah sekarang Rp45 ribu per kg turun dari Rp50 ribu, cabai keriting masih sama dengan pekan lalu Rp50 ribu per kg, sedangkan cabai rawit dari Rp60 ribu per kg menjadi Rp80 ribu. Kalau tomat Rp8 ribu per kg dari Rp5 ribu per kg," jelas salah seorang pedagang, Amir.




Sementara itu harga bawang merah Rp23 ribu per kg dan bawang putih Rp35 ribu per kg.




"Saya beli tadi bawang merah Rp15 ribu setengah kg, tapi ini memang pilihan yang biasa cuma Rp12 ribu per kg, tapi apa-apa sekarang harga naik, harapannya normal," kata salah seorang warga, Sukmawati.




Untuk mengatasi inflasi di pasar tersebut juga dilaksanakan pasar murah, dengan harga jauh dibawah harga pasar. [Ikhlas/Arul]

Komentar

Tampilkan

  • Pj Gubernur Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Batangase
  • 0

Terkini

Iklan