Iklan

Iklan

Ketua Komisi III DPRD Buteng Komentari Pengaspalan Lolibu-Wajogu yang Bergelombang

29 September 2023, 8:08 PM WIB Last Updated 2023-11-26T16:55:24Z

Ketua Komisi III DPRD Buton Tengah, Tasman SE. Foto : Rakyatsatu.com


RAKYATSATU.COM, BUTON TENGAH – Proyek pengaspalan yang menelan anggaran miliaran rupiah menuai komentar dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Komentar tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Buteng Tasman SE, selaku putra daerah Desa Wajogu Kecamatan Lakudo.


Politisi asal PKS ini mengatakan mengatakan, pihaknya sangat tidak puas dengan hasil pengaspalan yang dikerjakan oleh kontraktor yang memenangkan pekerjaan pengaspalan Desa Wajogu – Desa Lolibu Kecamatan Lakudo, karena permukaan asal dari hasil kerja yang dilakukan beberapa hari terakhir tidak rata atau bergelombang.

 

“Hasilnya tidak memuaskan lah, beda jauh dengan disebelahnya, permukaan tidak rata atau bergelombang, ditambah lagi kegiatan ini pas didepan rumah saya, sudah jelas pasti saya akan pantau sebagai bentuk pengawasan dari kami DPRD Buteng,” tuturnya saat dikonfirmasi oleh rekan media diruang kerjanya, Jumat (29/9/2023).


Pengaspalan jalan Desa Wajogu - Desa Lolibu Kecamatan Lakudo. Foto : IST


Maka dari itu, harap Tasman, kontraktor yang mengerjakan pengaspalan ini, alangkah lebih baik, harus memperbaiki hasil pekerjaan sebelumnya, sebelum melanjutkan ketahap berikutnya, karena hasilnya memang tidak memuaskan.

 

“Baiknya mereka perbaiki bilaperlu dibongkar karena hasil pekerjaan sebelumnya yang tidak rata, sebelum melanjutkan lagi pekerjaannya karena memang hasilnya tidak memuaskan,” pungkas Tasman.

 

Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Said mengakui bahwa memang pengerjaan pengaspalan tersebut bergelombang, dan telah mengintruksikan kepada kontraktor pelaksana untuk memperbaiki bahkan seperti harapan anggota DPRD Buton Tengah sampai membongkar pengaspalan yang bergelombang tersebut.

 

“Memang benar informasi itu setelah kami turun tinjau lapangan, dan kami telah memerintahkan untuk diperbaiki bila perlu dibongkar kembali, Pekerjaan terkesan tidak serius bagaimana ridak jalanya sangat jelasi bergelomnbang” tegas Said saat dikonfirmasi oleh rekan media dikantornya belum lama ini.

 

Said menjelaskan berdasarkan informasi yang dihimpun dari kontraktor pelaksana, penyebab tidak bagusnya pengerjaan jalan tersebut, diakibatkan rusaknya alat viniser, yang jaraknya kurang lebih 100 meter.

 

“Kata para kontraktor ada kerusakan pada viniser, yang jaraknya kurang lebih 100 meter, sehingga ada gelombang yan jika dilewati menggunakan sepeda motor, Sepeda ataupun kendaraan roda empat” Kata Said.

 

Oleh karena itu, harap Said, kami sangat berharap kepada masyarakat Buton Tengah untuk ikut andil dalam mengawasi pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh kontraktor, jika dilihat tidak sesuai spesifikasi. Mayarakat tidak hanya melihat begitu saja karna hasil pekerjaan yang kurang maksimal akan menyebabkan tidak lamanya usia jalan.

 

“Kemudian segera laporkan ke kami agar kami dapat  turun di lapangan untuk meninjaunya dan menegurnya para kontraktor pelaksana, karna demi kebaikan bersama” pungkas Said.

 

Sebagai tambahan, pengaspalan jalan Desa Wajogu sampai dengan Desa Lolibu Kecamatan Lakudo tersebut dimenangkan oleh PT. Golden Prima Wakatobi dengan menelan anggaran 9.976.671.000 dengan nomor kontrak 03/SP/PPK/KTLG.PK/PUTR/VI/2023 dengan waktu pelaksanaan 165 hari kalender (ADV).


Muhammad

Komentar

Tampilkan

  • Ketua Komisi III DPRD Buteng Komentari Pengaspalan Lolibu-Wajogu yang Bergelombang
  • 0

Terkini

Iklan