-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

Dorong Peningkatan Produksi, Empat Pilar Maros Uji Coba Penanaman Padi Jenis Genjah

16 September 2022 | 9:46 AM WIB |

RAKYATSATU.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kodim 1422 Maros memperkenalkan bibit Padi Genjah atau padi berumur pendek kepada petani Maros.

 

Perkenalan bibit Padi Genjah dilakukan dengan aksi tanam padi bersama oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam bersama Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Muh Hujairin, di area pertanian, di Kelurahan Baju bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kamis (15/9/2022) kemarin.

 

Pada kegiatan-kegiatan tersebut terlihat hadir Kapolres Maros, AKBP Awaludin Amin, juga hadir Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir.

 

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengaku senang atas inisiasi Kodim 1422 Maros dalam aksi uji coba penanaman padi genjah tersebut. Pihaknya berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang baik.

 

“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi aksi positif kodim 1422 Maros. Muda-mudahan uji coba penanaman bibit padi genjah hari ini bisa berhasil,” ungkapnya.

 

Tujuan utama dari uji coba penanaman padi genjah ini ungkap Chaidir, merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan para petani. Menurutnya jika pola panen bisa ditingkatkan, tingkat perekonomian para petani Maros juga dapat meningkat.

 

“Jika IP400 ini berhasil, para petani bisa memanen padinya sampai 4 kali dalam kurung waktu satu tahun. Yang biasanya cuman bisa 2 sampai 3 kali setahun, ini bisa meningkat,” harapnya.

 

Sementara itu, Dandim 1422 Maros, Letkol Inf Muh Hujairin menjelaskan, tanam padi genja yang dilakukan ini merupakan uji coba dalam mengukur produktifitas capaian menuju IP400. Untuk luasan sawah uji coba padi genjah seluas satu hektare.

 

“Baru pertama kali diperkenalkan di wilayah Maros. Satu lahan fungsinya akan dimaksimalkan hingga 4x panen, diselingi padi genja, padi dalam, padi menengah kemudian palawija agar fungsi lahan akan lebih optimal,” bebernya.

 

Ia juga menyebutkan, padi genja memiliki keunggulan tersendiri dari padi biasanya. Untuk hasil produksinya pun jauh lebih banyak.

 

“Keunggulannya memang bisa dilihat dari waktu panennya. Ini bisa dipanen lebih cepat, hanya 2 bulan sudah bisa dipanen. Hasilnya juga bisa lebih, minimal 8 ton per hektare,” pungkasnya. [Ikhlas/Arul]

×
Berita Terbaru Update