Iklan

22/09/20, 00:34 WIB
ADVERTORIALCovid-19DaerahPemkab SinjaiSINJAI

Usai Terima Insentif, Nakes Covid-19 di Sinjai Sisihkan Untuk Rekan Sekerjanya


RAKYATSATU.COM, SINJAI - Pemberian insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan dalam penanganan Virus Corona (Covid-19), kini telah diterima oleh mereka yang telah masuk di tim tersebut. 


Insentif itu cair akhir Juli 2020 lalu, dan diberikan kepada mereka yang telah di SK kan sebagai tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkab Sinjai. 


Hasnawati, seorang perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sinjai salah satunya yang telah menerima insentif tersebut. Jumlahnya sebesar Rp20 Juta. 


Namun dibalik itu ada cerita tersendiri, Hasnawati ternyata menyisihkan insentifnya sebesar Rp1 juta untuk rekan sejawatnya yang tidak masuk dalam SK Covid-19. 


Insentif itu diberikan Hasnawati bersama rekan lainnya yang menerima secara ikhlas dan sukarela. Hanya karena merasa satu tim dan terbantu dengan keberadaan rekan sejawat lainnya. 


"Ini ikhlas pak murni dari inisiatif kami memberi kepada teman-teman yang tidak masuk dalam SK. Dan itu kita sudah sepakat untuk berbagi reseki dengan yang lainnya. Masa kita mau nikmati sendiri sementara mereka juga turut membantu kami dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD," ujar Hasnawati yang ditemui di RSUD Sinjai, Senin (21/09/2020).


Senada dengan Hasnawati, salah seorang petugas Screening bernama Mawartina, mengungkapkan hal yang sama. Dari Rp15 juta insentif yang diterimanya, Mawartina menyisihkan Rp1,1 Juta untuk rekannya yang tidak masuk dalam SK. 


Tidak hanya Mawartina, namun bersama 7 rekannya yang menerima insentif ini ternyata sudah sepakat untuk menyisihkan dengan jumlah yang sama, sehingga total uang yang terkumpul dari patungan itu sebesar Rp8,8 juta. 


Mereka yang diberi adalah bidan, tenaga Admin, Cleaning Service, petugas Sub Bidan, supir dan petugas Sentral Opname. 


Pemberian insentif itu, kata Mawartina murni dari hati, tidak ada paksaan ataupun perintah dari siapapun. Bahkan wacana pemberian insentif itu telah disepakati oleh rekannya yang lain. 


"Kita tidak bisa jalan kalau tidak ada yang mambantu, jadi murni ini persoalan rasa. Kita juga sebenarnya tidak tahu kalau ada upah jasanya, setelah tahu kami sudah sepakat melalui group WhatsApp untuk menyisihkan sedikit  untuk mereka," tambah Mawartina. 


Terpisah, Agustini, petugas Cleaning Servis penerima insentif dari mereka yang menyisihkan insentifnya mengaku tidak menyangka akan ada seperti ini. Ia mendapatkan pemberian insentif secara Sukarela dengan dua orang rekannya, masing-masing sebesar Rp300 ribu. 


"Alhamdulillah, saya tidak menyangka kalau ternyata kita dikasih juga. Saya hanya berterima kasih karena sudah diberikan juga," pungkasnya. 


Sama halnya, dengan Rusnaeni, perawat di UGD tidak masuk dalam SK Covid-19 juga menerima Rp500 Ribu. "Mungkin mereka merasa dibantu sama kami, makanya dikasih juga kami ini yang tidak termasuk dalam SK Covid-19," tandasnya. 


Awalnya, Rusnaeni mengaku tidak pernah berharap tapi ternyata juga diberikan. "Saya tidak menyangka juga kalau ternyata dikasih, mungkin karena iba melihat kita sama-sama bekerja makanya dikasih sebesar 500 ribu pada akhir Juli kemarin," ketusnya. 


Sebelumnya, beredar kabar dugaan pemotongan insentif Covid-19 Nakes di lingkup RSUD Sinjai. Isu ini kemudian dihearing ke DPRD Sinjai untuk meminta penjelasan kepada pihak terkait seperti RSUD Sinjai dan Dinas Kesehatan Sinjai. (asw)