-->

Iklan

Iklan

Babinsa Dulu Mau Dihilangkan, Kini Jadi Garda Terdepan TNI AD di Tengah Masyarakat

rakyatsatu
Minggu, 19 April 2020, 8:14 PM WIB Last Updated 2020-04-19T12:14:55Z

RAKYATSATU.COM, BONE - Belakangan ini kata Babinsa TNI AD mengemuka dan mendadak terkenal, terutama di lingkungan atau tengah-tengah masyarakat, apalagi dengan adanya wabah pandemi virus corona atau Covid-19. Meski demikian, Babinsa itu dulu pernah mau dihilangkan dalam struktur TNI AD

Babinsa alias Bintara Pembina Desa TNI AD merupakan satuan teritorial TNI AD paling bawah, yang berhadapan paling langsung dengan masyarakat. Dia berada di bawah Komando Rayon Militer (Koramil), bagian dari Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Resor Militer (Korem), yang menginduk pada Komando Daerah Militer (Kodam).

Seorang Bintara Pembina Desa memiliki wilayah operasi yang luasannya bervariasi, dari cuma satu desa/kelurahan hingga beberapa desa/kelurahan. Dia juga bisa punya asisten yang adalah tamtama TNI AD, sesuai dengan keperluan dan kondisi nyata setempat.

Namun khusus di Kabupaten Bone, jangankan untuk memiliki asisten, terkadang seorang Babinsa memiliki wilayah operasi lebih dari satu desa/kelurahan karena masih kekurangan personel, tetapi itu tidak menandakan bahkan bukan suatu alasan untuk membuat Babinsa tidak maksimal dalam membina teritorialnya.

Kalau di wilayah atau dalam kota Kabupaten Bone, setiap kelurahan memiliki satu orang Babinsa karena kelurahan memiliki wilayah yang luas ketimbang desa, demikian pula dalam kepadatan penduduk.

Salah satu contoh, di Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, memiliki luas wilayah 2,39 km², jumlah penduduk 7.534 jiwa dengan kepadatan 3.152 jiwa. Dibina oleh seorang Babinsa dari Koramil 07 Tanete Riattang Kodim 1407/Bone, Serda Sainuddin.

Dari pantauan Rakyatsatu.com, Minggu (19/04/2020), Babinsa Kelurahan Biru, Serda Sainuddin, patut mendapat apresiasi dan acungan jempol. Pasalnya, dia selalu berada di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Biru bersama dengan aparat Pemerintah Kelurahan Biru. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini.

Bahkan Serda Sainuddin seperti orang yang tak kenal waktu dan lelah. Tiada arti waktu baginya kalau sudah ada di tengah masyarakat, bercengkrama dan bersenda gurau serta mendengarkan semua keluhan, suka cita maupun duka masyarakat. Maka tak mengherankan jika kedatangan Serda Sainuddin merupakan berkah bagi Pemerintah Kelurahan Biru khususnya.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya mendata para pendatang yang baru tiba di Kelurahan Biru, Serda Sainuddin dengan senyuman khasnya dengan ramah mengatakan bahwa apa yang kerjakan merupakan salah satu dari bagian kewajiban dan tugasnya sebagai seorang Aparatur TNI.

"Jika kita bekerja dengan rela, ikhlas dan tulus serta menekuni pekerjaan (tugas) kita maka Insya Allah itu adalah berkah. Sebagai seorang Babinsa, saya merupakan perpanjangan tangan dari Komandan (pimpinan) saya," ujar Sertu Sainuddin.

Prajurit TNI AD, pindahan dari Armed 16 Kalimantan Barat ini, melakoni tugasnya sebagai Babinsa di Kelurahan Biru, baru memasuki bulan keempat tetapi berkat pendekatannya kepada semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat maka ia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dengan hasil yang maksimal.

Lelaki kelahiran Kabupaten Jeneponto ini pun harus rela mengurus dirinya sendiri di Asrama TNI AD Bone Tiga Kelurahan Biru, karena istri dan anaknya (dua orang, satu perempuan dan satu laki-laki) saat ini masih berada di Kalimantan Barat.

Meski jauh dari keluarga yang mereka cintai dan sayangi tetapi baginya, panggilan tugas Negara masih di atas segalanya. Bahkan saat Rakyatsatu.com, mencoba memancing kerinduan akan anak dan istrinya, Serda Sainuddin masih sanggup tersenyum, walau di senyuman itu tergambar guratan kerinduan yang mendalam.

"Iya sih, rindu itu pasti ada puang, tetapi bagiku tugas negara itu sangat penting, NKRI Harga Mati dan saya ini sudah bagian dari Kabupaten Bone, khususnya Kelurahan Biru, saya senang di sini (Kelurahan Biru) puang. Aparat Pemerintah Kelurahan Biru kompak biar di luar jam kantor sama saja kalau saat jam kantor," tutur Serda Sainuddin.

Danramil 07 Tanete Riattang, Kapten Chb Eko Ermawanto, yang ditemui secara terpisah, mengatakan bahwa, apa yang dikerjakan Babinsa itu sudah merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawabnya sebagai aparatur negara Prajurit TNI.

Kapten Eko Ermawanto juga mengharapkan kerjasama semua pihak khususnya dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal senada diungkapkan oleh Dandim 1407/Bone, Letkol Inf Mustamin. Ia pun mengakui kalau kinerja Babinsanya tak lain karena bagian dari kewajiban, tugas dan tanggungjawabnya.

Meski demikian, Letkol Inf Mustamin mengakaui kalau Babinsa itu tergantung juga person atau oknumnya selain dipengaruhi oleh faktor teknis lainnya. Namun pada intinya, Babinsa adalah garda terdepan TNI AD di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau Babinsa sudah menyayangi masyarakatnya maka ia pasti akan bekerja semaksimal mungkin tanpa kenal waktu. Tolong bantu Babinsa kami dalam mengemban tugas dan amanah negara," tutur Letkol Inf Mustamin.

Letkol Inf Mustamin juga menjelaskan bahwa, Peraturan Kepala Staf TNI AD Nomor 19/IV/2008 tertanggal 8 April 2008, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial sesuai petunjuk atasannya, yaitu komandan Komando Rayon Militer (Danramil).

Secara pokok, tugas-tugas mereka meliputi mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya.

"Hal ini meliputi banyak sekali aspek, yaitu aspek SDM, SDA, sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya. Contoh aplikasinya pada saat bencana alam terjadi di satu wilayah, maka Babinsa ini menjadi ujung tombak informasi awal operasi militer selain perang berupa operasi kemanusiaan TNI AD atau gabungan, demikian pula dalam pandemi Covid-19 ini," jelas Letkol Inf Mustamin.

Aplikasi lain di antaranya, dia yang tahu di mana saja sumber air bersih, lapangan yang bisa dijadikan penampungan pengungsi, warga yang memiliki radio amatir yang akan sangat bermanfaat dalam berkomunikasi, dan lain sebagainya, sampai jumlah cadangan pangan tersedia.

Juga memberikan informasi awal terkini tentang kondisi dan situasi wilayah bagi pasukan tempur yang bertugas di wilayahnya. Semuanya harus dia laporkan pada komandannya pada kesempatan pertama.

"Para Babinsa TNI AD yang biasanya bintara senior dari satuan-satuan tempur yang telah menyelesaikan masa bakti di satuan-satuan asalnya itu, sebelum resmi bertugas harus di-"kursus"-kan dulu selama beberapa bulan mengacu pada buku ajar yang telah ditetapkan," tuturnya.

"Mereka (Babinsa) juga harus magang selama beberapa waktu di Komando Rayon Militer model untuk mengaplikasikan semua pelajaran teritorialnya. Tiap Kodim pasti punya Koramil model tempat para Babinsa itu ditempa itu. Intinya, bagaimana mengubah mereka dari personel satuan tempur menjadi personel satuan teritorial yang siap pakai," jelas Letkol Inf Mustamin.

Jadi, tidak mungkin seorang bintara yang baru dialihtugaskan ke komando teritorial terbawah itu langsung diberikan tugas lapangan nyata tanpa masa pendidikan dan pembinaan awal terlebih dahulu. Semua itu ada prosedur standarnya," pungkas Letkol Inf Mustamin.

Ternyata tugas Babinsa mirip-mirip pula dengan wartawan. Sebab Babinsa juga melaporkan perkembangan situasi kepada Danramil pada kesempatan
pertama (laksanakan Temu Cepat dan Lapor Cepat dengan berpedoman
kepada SIABIDIBAME), yang kalau dalam ilmu jurnalistik dasar dikenal dengan 5W + 1H.

Si = Siapa yang menjadi Pelakunya. A = Apa yang terjadi. Bi = Kapan terjadinya. Di = Dimana lokasi kejadiannya. Ba = Bagaimana kejadiannya. Me = Mengapa bisa terjadi.


Babinsa dalam melaksanakan tugas kewajibannya bertanggungjawab
kepada Danramil. Babinsa harus juga punya jadwal kegiatan rutin setiap harinya yang mengandung unsur “KS2A” maksudnya adalah, 'K' adalah Kemana tujuan saya hari ini. 'S' adalah Siapa yang akan saya temui. 'A' adalah Apa kegiatan yang akan di kerjakan, dan 'A' adalah Apa hasil yang harus didapatkan. (Rasul)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Babinsa Dulu Mau Dihilangkan, Kini Jadi Garda Terdepan TNI AD di Tengah Masyarakat

Terkini

Iklan

Iklan