-->

Iklan

Iklan

Bersama Pecinta Merpati Hias, Dinas Peternakan Bone Berencana Akan Persembahkan Lagi Rekor MuRI

10/03/20, 20:24 WIB Last Updated 2020-03-10T12:24:05Z

RAKYATSATU.COM, BONE
- Kali ini, Dinas Peternakan Kabupaten Bone bersama para pecinta burung dan ayam hias, khususnya burung merpati hias dan ayam serama lewat konteks merpati hias dan ayam serama yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bone (HJB) ke 690 tahun 2020, ingin lagi mempersembahkan reward MuRI bagi Kabupaten Bone.


Itu tidak mustahil. Pasalnya, Dinas Peternakan Kabupaten Bone telah melakukan setahun sebelumnya, yakni pada peringatan HJB ke 679 tahun 2019 sebelumnya, lewat kontes ternak sapi dan berhasil mencatatkan nama Kabupaten Bone di rekor MuRI.



Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Bone bersama para panitia pelaksana dan Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bone menggelar konferensi pers di aula kantor Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Jl MH Thamrin Watampone, Selasa (10/03/2020).



Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Kabupaten Bone, Drh H Aris Handono, dalam konferensi pers mengatakan kehadiran pecinta merpati hias dan ayam serama adalah bukti bahwa Bone sejahtera karena kalau tidak sejahtera tidak mungkin mampu membeli merpati hias dan ayam serama yang begitu mahal.



'Itulah yang akan saya tunjukkan dan perlihatkan serta buktikan ke masyarakat bahwa visi misi Bupati Bone berhasil dan selain itu, lewat konteks ini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencatatkan nama Kabupaten Bone di Rekor MuRI," ujar Drh H Aris Handono.



Lanjutnya, merpati hias dan ayam serama merupakan salah satu hobi yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat karena memiliki nilai jual tinggi dan dapat pula mengharumkan nama Kabupaten Bone.



"Lewat konteks merpati hias dan ayam serama ini kami juga akan tunjukkan transparansi kami kepada masyarakat bahwa apa yang dilaksanakan ini jauh dari keuntungan, semata-mata karena rasa memiliki Kabupaten Bone sebagai warga Bone," ujarnya.



Ia juga menjelaskan bahwa Rekor MuRI itu nantinya akan diraih melalui konteks merpati hias. Tentunya hal ini untuk mengangkat dan mengharumkan nama Bone, khususnya konteks merpati hias karena hal ini belum pernah dilakukan.



Konteks merpati hias akan dilaksanakan dalam skala tingkat nasional dengan Technical Meeting (TM) pada 14 Maret 2020 dan puncak acara 15 Maret 2020. Adapun peserta yang sudah mendaftar berasal dari Jakarta, Bogor, Jombang, Surabaya, Mojokerto, Kediri, Kalimantan dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.



Pada pencapaian Rekor MuRI ada sekira 1000 merpati yang akan standby di lokasi kontes di lapangan Merdeka Watampone walaupun yang ditargetkan MuRI hanya sekitar 700 ekor.



"Selain hadiah dari panitia pelaksana ada juga Best Of The Best (BOB) yang akan memperebutkan piala Bupati Bone," ujarnya lagi.



H Aris Handono menambahkan bahwa peserta yang sudah mendaftar sudah ada sekira 500 pendaftar yang akan mengikuti lomba dari 48 jenis merpati yang akan dilombakan dengan melibatkan penilai atau para Juri Nasional tiga (3) orang dan ada pula juri dari luar negeri yakni Filifina.



Sementara konteks ayam serama akan dimulai pada 21 Maret 2020 sekaligus jadwal TM dan puncaknya pada tanggal 22 Maret 2020 dengan pesertanya khusus pecinta ayam serama se Provinsi Sulawesi Selatan saja.




Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Diskominfo dan Persandian Kabupaten Bone, Bahram Bamb, sangat mengharapkan kepada segenap OPD agar selalu melakukan konferensi pers untuk diketahui oleh publik terkait apa yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan.



Mewakili Kepala Dinas Infokom dan Persandian Kabupaten Bone, Andi Makkasauran, mengakui kalau ini suatu terobosan yang dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Bone. Makanya ini patut dibanggakan dan disyukuri. Kegiatan ini sangat spektakuler dan bergengsi karena ada peserta dari Jawa dan Kalimantan serta jurinya dari luar negeri.



"Peran serta masyarakat dan seluruh elemen atau komponen untuk terlibat, setidaknya dapat memperlihatkan orang dari luar bahwa Bone ini betul-betul makkiade (beradat dan beradab) dan kaya akan peradaban etika dan budaya," ujarnya.



Sementara itu, Andi Akbar Ketua Panitia Pelaksana Konteks Merpati Hias mengatakan Virus Corona terkait juri dari Filifina sudah dijamin karena kami sudah berkoordinasi dengan pihak pusat. (Rasul)





Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bersama Pecinta Merpati Hias, Dinas Peternakan Bone Berencana Akan Persembahkan Lagi Rekor MuRI

Terkini

Iklan