Iklan

17/02/20, 11:52 WIB
Last Updated 2020-02-17T03:52:34Z
DaerahJEMBERRagam

Pengurus Ponpes di Jember Diminta Buat Video Terimakasih Usai Terima Bantuan

Bantuan dari Bupati Jember. ©2020 Merdeka.com
RAKYATSATU.COM, JEMBER - Bupati Jember dr Faida merespons viralnya kabar penarikan bantuan untuk korban banjir di salah satu pesantren. Namun bantahan itu hanya disampaikan melalui akun Instagram resminya, dr.faidaofficial.

Dalam postingan yang diunggah pada Minggu (16/02/2020) sekitar pukul 23.30 WIB itu, Faida menyatakan "terima kasih atas atensi info soal link soal penarikan bantuan". Kemudian akun tersebut memposting ulang (regran) postingan dari akun resmi Pemkab Jember yang berisi klarifikasi dari Camat Kaliwates, Asrah Wadono. Selang 1 jam berikutnya, atau Senin (17/02/2020) sekitar pukul 00.24 WIB, akun resmi Faida kembali memposting klarifikasi dalam isi yang sama, hanya formatnya berbeda. Postingan serupa juga kembali diunggah beberapa kali oleh akun Instagram resmi Pemkab Jember, dalam waktu yang hampir berdekatan.

Inti dari beberapa postingan tersebut adalah kembali menegaskan pernyataan Camat Kaliwates, Asrah saat dikonfirmasi merdeka.com pada Jumat (14/02) lalu. Yakni bahwa kabar penarikan bantuan hanya kesalahan komunikasi, dan bantuan sudah diserahkan kembali secara penuh, pada Jumat (14/02) sore.

Asrah memang mendatangi Ponpes Baitul Ilmi pada Jumat (14/02) sore, atau seminggu setelah kedatangan Bupati Jember, dr Faida. Hal itu juga sudah dikonfirmasi oleh Ustaz Mastur, pengasuh Ponpes Baitul Ilmi.

Usai dikonfirmasi, Asrah juga mengirimkan video pendek berdurasi 9 detik. Isinya, secara kompak, Ustaz Mastur bersama seluruh santri mengucapkan kalimat: "Terima kasih ibu Bupati. Bantuan kepada para santri sudah lengkap, sejumlah 18 santri."

"Video itu inisiatif bersama. Tapi memang saya sampaikan (agar mereka mengucapkan) disampaikan terima kasih bersama, biar tidak ada dusta di antara kita. Bahwa bantuan sudah diberikan," ujar Asrah saat dikonfirmasi.

Hal sedikit berbeda disampaikan Ustaz Mastur, pengasuh Ponpes Baitul Ilmi. "Iya, setelah penyerahan, kita diminta membuat video. Kata-katanya mengucapkan selamat (terima kasih) kepada bupati. Kita mau gimana, ya terima kasih sudah diberikan sisa bantuannya," ujar pria yang juga pengajar di IAIN Jember ini.

Mastur mengakui, inisiatif pembuatan video tersebut, datangnya murni dari camat. "Iya. Pak camat merekam, kita juga suruh ngerekam," tutur Mastur.

Selain menyerahkan bantuan, camat Asrah juga sempat mempertanyakan kenapa hal ini bisa menyebar ke media. "Katanya sampai masuk ke media online nasional. Ini kan bisa sampai (dibaca orang) kementerian," ujar Mastur.

Pembicaraan soal viral yang sampai dimuat di media online itu, juga diakui Asrah. "Tadi saya sampaikan ke Ustaz Mastur kok beritanya kayak gini? Saya tidak tahu," ujar Asrah menirukan jawaban Mastur. [cob]