ads

28 December, 2019

Wasit C2 PSSI Ini Dilarang Memimpin Pertandingan di Turnamen Sepak Bola Ahmading-ST Rabiah Cup 2019

Wasit C2 PSSI Ini Dilarang Memimpin Pertandingan di Turnamen Sepak Bola Ahmading-ST Rabiah Cup 2019
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Menarik tidaknya suatu pertandingan, apalagi dalam sepak bola, sangat dipengaruhi oleh perangkat pertandingan. Dalam hal ini wasit dan asisten wasit (away).

Seperti yang terjadi di Turnamen Sepak Bola Antar Club Ahmading-ST Rabiah Cup 2019, yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Kelurahan Apala Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, selalu dipadati penonton/suporter.

Turnamen yang dibuka dan diapresiasi Bupati Bone Dr H Andi Fahsar M Padjalangi, Sabtu (21/12/2019) lalu, selalu menyuguhkan pertandingan dan permainan menarik dari peserta turnamen.

Namun, pertandingan hari ini, Jumat (27/12/2019), untuk pertama kalinya membuat para penonton/suporter, manager tim bahkan panitia pelaksana sangat kecewa akibat kepemimpinan wasit dari PSSI Kabupaten Bone, Mansur, yang memimpin pertandingan antara kesebelasan Persiwa vs Aliya.

Pada pertandingan tersebut, wasit Mansur tidak tegas dalam mengambil keputusan sehingga seringkali terjadi protes dari para pemain dan bahkan teriakan penonton/suporter di luar lapangan.

"Pertandingan berlangsung seru dan sangat menarik, namun sangat disayangkan karena kepemimpinan wasit yang kurang tegas dalam mengambil keputusan. Seharusnya wasit seperti itu (Mansur red) tidak dipakai lagi di turnamen bergengsi, seperti di turnamen ini (Ahmading-ST Rabiah Cup)," ujar salah seorang penonton yang tidak ingin dimediakan namanya.

Bahkan Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Sepak Bola Antar Club Ahmading-ST Rabiah Cup 2019, Abu Bakar, dengan tegas meminta kepada Sekretaris PSSI Kabupaten Bone, Andi Supriadi, untuk mengistirahatkan Mansur di turnamen sepak bola Ahmading-ST Rabiah Cup 2019 ini.

"Saya meminta dan mengharapkan Pak Andi Supriadi istirahatkan Wasit atas nama pak Mansur," tegas Abu Bakar, Jumat malam (27/12/2019) ke Rakyatku.com.

Sedangkan penyeleggara Turnamen Sepak Bola Ahmading-ST Rabiah Cup 2019, Letkol Laut Drs Jamaluddin Ahmading, mengatakan, kalau enyeleggara akan terus mengawasi kinerja perangkat pertandingan, mulai dari wasit dan asisten wasit.

"Kami sebagai penyeleggara akan terus mengawasi, khususnya kepada perangkat pertandingan, mulai dari wasit dan asisten wasit. Jadi kalau ada perangkat pertandingan yang aneh-aneh maka mohon maaf, saya akan meminta PSSI Kabupaten Bone menarik perangkat pertandingannya tersebut di turnamen kami," tegas Letkol Laut Jamaluddin Ahmading.

Bahkan menurutnya, ia sudah menghubungi Andi Supriadi terkait kepemimpinan Mansur sebagai wasit.

"Saya sudah menghubungi Andi Supriadi dan ia berjanji tidak akan menurunkan lagi Mansur untuk memimpin di turnamen sepak bola Ahmading-ST Rabiah Cup," pungkasnya.

Sementara itu, Pengawas Pertandingan (PP) yang juga Sekretaris PSSI Kabupaten Bone, Andi Supriadi yang dihubungi Rakyatku.com, lewat pesan WhatsApp, mengakui akan mengistirahatkan Mansur.

"Ini bukan persoalan PSSI tetapi masalah pengawas pertandingan karena saya turun sebagai Pengawas Pertandingan. Saya sudah berkoordinasi dengan Koordinator dan ketua wasit Askab Bone dan merekomendasikan agar Mansur tidak diturunkan lagi pertandingan-pertandingan selanjutnya," tegas Andi Supriadi.

Ia menjelaskan, kenapa ia merekomendasikan demikian, karena Mansur, sudah dua kali melakukan kesalahan fatal, yakni kesalahan pertama adalah kurang disiplin dan kesalahan kedua adalah tidak fokus atau tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Sudah ada dua pelanggaran Mansur, yakni kurang disiplin dan kali ini yang kedua yang tidak bisa ditolerir lagi, yakni kesalahan fatalnya adalah lambat mengambil keputusan dan terlalu jauh pada posisi kejadian dan tidak fokus atau tidak profesional dalam menjalankan tugasnya," jelas Andi Supriadi yang akrab disapa Andi Adi

"Terlalu banyak kelemahan dan banyak keputusan kontroversial yang diambil pak Mansur dan ini jadi boomerang dan penonton juga tidak ada kepercayaan lagi kepada wasit tersebut (pak Mansur)," tegas Andi Adi.

Selain itu, dia juga memberikan teguran keras pada salah seorang asisten wasit (away), Kahar.

"Ada juga asisten wasit, Kahar, belum diistirahatkan tetapi mendapatkan teguran keras karena kurang jeli mengambil keputusan," pungkasnya.

Mansur merupakan salah satu wasit yang dimiliki PSSI Kabupaten Bone berlisensi C2 PSSI.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed