ads

13 November, 2019

Begini Program JKN-KIS di Mata Pensiunan dan Keluarganya

Begini Program JKN-KIS di Mata Pensiunan dan Keluarganya
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE – Muhammad Subair (64) yang merupakan pensiunan guru yang beralamat di Kelurahan Maroangin, Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, harus terbaring lemah di RS M Yasin Bone, karena penyakit peradangan lambung dan gulah darah rendah yang dideritanya. 

Semenjak dirinya pensiun empat tahun yang lalu, kondisi kesehatannya perlahan-lahan menurun. Hal ini mengakibatkan dirinya mulai sering terserang penyakit.

Didampingi anaknya St. Hajar (42) keluarga mereka masih bersyukur lantaran Program JKN-KIS menanggung biaya pengobatannya walapun dirinya sudah pensiun.

Pada saat dikonfirmasi oleh Tim Jamkesnews di RS dr. Yasin Watampone, St. Hajar menceritakan pengalamannya mendampingi ayahnya berobat dengan menggunakan kartu JKN-KIS. 

Dirinya menjelaskan dengan cukup rinci semenjak awal mula masuk, proses administrasi, serta kunjungan dokter dan perawat terhadap pasien.

“Saya pribadi sangat terbantu dengan Program JKN-KIS. Ayah saya selama menjalani masa pensiun cukup sering terkena penyakit namun baru kali ini dirawat inap, sebelumnya dengan perawatan oleh dokter di puskesmas cukup untuk memulihkan kesehatannya kembali," ujar perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga tersebut.

Hajar sempat membayangkan proses administrasi yang ribet serta diskriminasi terhadap pasien pengguna Kartu JKN-KIS oleh pihak rumah sakit. Namun setelah menemani pengobatan ayahnya selama beberapa hari, dirinya mengakui bahwa proses administrasi peserta cukup mudah serta pelayanan dokter dan perawat sangat baik.

“Sebelum rawat inap, saya kadang mendengarkan berita miring tentang pelayanan menggunakan Kartu JKN-KIS cenderung ribet dalam proses administrasi, selain itu juga kadang dinomor duakan oleh pihak rumah sakit. Tapi setelah saya menggunakan sendiri, saya cukup merasakan kemudahan dalam proses administrasi serta saya melihat sendiri bagaimana dokter dan perawat sangat perhatian pada pasien, dokter jaga pun selalu stand by, sehingga kapanpun kami merasa membutuhkan mereka langsung datang,” tutur Hajar.

Menutup pembicaraannya, Hajar mengungkapkan harapannya agar program ini dapat terus berjalan dengan baik seperti saat ini. Mungkin orang yang masih sehat belum merasakan bagaimana beratnya jika dihadapkan dengan biaya pengobatan di rumah sakit.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed