ads

25 October, 2019

Catatan Pribadi Sekretaris PWI Kabupaten Bone Terhadap Sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim Dimata Wartawan Bumi Arung Palakka

Catatan Pribadi Sekretaris PWI Kabupaten Bone Terhadap Sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim Dimata Wartawan Bumi Arung Palakka
banner 336x280


RAKYATSATU.COM, BONE - Jika ada wartawan/jurnalis di Bumi Arung Palakka (sebutan lain Kabupaten Bone) yang gembira atas kepergian sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim (mantan orang nomor satu dijajaran Polres Bone), maka itu bukanlah wartawan/jurnalis yang memiliki nurani yang mengerti dan memahami akan kode etiknya.

Ssbagai Sekretaris PWI Kabupaten Bone (Saenal "Rasul" Abidin, Penulis), saya memiliki catatan tersendiri terhadap mantan Kapolres Bone itu yang menjalankan amanahnya di Kabupaten Bone sekira 2,5 tahun tersebut.

Sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, adalah orang tua, saudara dan saudara bagi wartawan di Kabupaten Bone, di mana ia (AKBP Muhammad Kadarislam Kasim) selalu menyempatkan waktunya untuk bertukar pikiran, bersinergi dan terlebih jalinan silaturahim terus terbina dengan sangat baik.

Satu hal lagi yang tidak bakalan bisa terlupakan yakni, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim telah menorehkan namanya dalam sejarah kompetensi wartawan di Bumi Arung Palakka. 

Inilah Kapolres Bone yang pertama bahkan untuk pertama kalinya ada pejabat yang bertugas di Bumi Arung Palakka yang berhasil mencetak wartawan (19 orang) berkompeten lewat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda bekerjasama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bone.

Saya sebagai Sekretaris PWI Kabupaten Bone dan secara pribadi merasa kehilangan satu sosok panutan dan teladan serta pendorong/motivator, namun apalah daya diriku ini karena tidak punya hak dan kuasa untuk menahan kepergiannya sebab dirinya (AKBP Muhammad Kadarislam Kasim) harus mengemban amanah selanjutnya sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar Polda Sulsel.

Namun saya harus menyadari kalau AKBP Muhammad Kadarislam Kasim harus mengemban tugas dan amanah yang diberikan oleh pimpinannya (Kapolri).

Mungkin saya dibilangi berlebihan bila mengatakan kalau kepergian sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim di Bumi Arung Palakka, menyimpan lara, kesedihan yang dalam bagi saya pribadi dan segenap pewarta di Kabupaten Bone. Tetapi tentu saya memiliki alasan tersendiri sehingga berkata demikian.

Coba kita buka media sosial, hampir semua media sosial teman-teman akademisi, aktivis, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda di Bumi Arung Palakka, satu tema dalam statusnya yakni "bersedih dan merasa kehilangan".

Sosok AKBP Muhammad Kadarislam Kasim tak pernah memperlihatkan muka jengkel dan marah meski ada sesuatu yang mengganjal dihatinya sebagai manusia biasa, senyum merekah selalu mengembang bak penyejuk hati yang gundah dan lara.

2,5 tahun berhasil membuat masyarakat Kabupaten Bone berada dalam situasi kondusif (aman dan tenang) dan Kamtibmas berjalan sesuai asa dan keinginan masyarakat.

Sinergitas antara TNI dan Pemerintahan Kabupaten Bone serta Legislatif dan Yudikatif di Kabupaten Bone berjalan dengan baik selama menjabat Kapolres Bone.

Maka tidak mengherankan apabila ada yang menulis sebuah kalimat "saya siap mendampingimu (AKBP Muhammad Kadarislam Kasim) di tahun 2024 nanti". Kalimat tersebut tersirat banyak makna yang tentu penulis tidak mampu dan tidak berani menebak apa makna kata-kata tersebut.

Selamat bertugas di tempat barunya, sukses selalu, semoga selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa diberi kesehatan dan umur panjang. Saya tidak mampu lagi menulis terlalu panjang dan hanya bisa mengakhiri tulisan/catatan saya ini dengan doa dan kata terakhir, jangan pernah lupakan kami, kami ini wartawan adalah anakmu, saudaramu dan sahabatmu. Wejangan, nasehat dan petuahmu selalu kami butuhkan, khususnya penulis.
Salama'ki topada salama'k....

Don't Miss

News Feed