ads

12 September, 2019

Penjual Asongan yang Cabuli Anak Dibawah Umur di WC Masjid Akhirnya Mengaku

Penjual Asongan yang Cabuli Anak Dibawah Umur di WC Masjid Akhirnya Mengaku
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Kejadian asusila terhadap anak dibawah umur melibatkan penjual asongan di Soppeng disalah satu Masjid di Kabupaten Soppeng sudah menemukan titik terang.

Terduga tersangka inisial IA (60) tega melampiaskan nafsu birahinya kepada anak gadis umur 9 tahun di WC salah satu Masjid di Kabupaten Soppeng akhirnya mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Rujiyanto saat ditemui mengatakan, Pelaku IA saat diperiksa sudah mengakui perbuatannya, namun saat ini pihaknya masih mendalami, karena diduga bukan hanya satu korban.

"Dia (Pelaku,-red) sudah mengakui perbuatannya, namun kita masih mendalami, karena kami duga bukan hanya satu korban," ujarnya Rujianto saat ditemui Rakyatsatu.com, Kamis (12/09/2019).

Pelaku lanjut Rujianto, diancam Pasal 81 Ayat (1), (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak mejadi Undang-Undang Jo Pasal 76.D dan atau Pasal 76.E Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,”paparnya.

Diberitakan sebelumnya, dari keterangan keluarga korban, Risma, adiknya mengalami kejadian itu sudah dua tahun lamanya.

"Kami (keluarga,-red) baru tau kejadian itu setelah bunga kami bawa ke dokter untuk diperiksa Kamis (05/09/2019) lalu, dan hasilnya bunga sudah tidak seperti anak seusianya pada umumnya," kata Risma saat ditemui.

Lebih jauh dia menjelaskan, bunga (inisial) kemudian menceritakan bahwa dirinya sering dijadikan objek pelampiasan nafsu oleh pedagang asongan tersebut sesaat dia pulang dari mengaji.

"Nanti sudah dari dokter baru mau dia cerita, itupun dia cerita tidak terlalu banyak karna mungkin terauma dan takut," ungkapnya.

Dikatakan dia, bunga tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya lantaran dia dan beberapa teman sebayanya diancam pelaku jika membeberkan aksinya.

Senada yang dikatakan teman bunga, Slamet (inisial) juga pernah melihat kalau bunga disetubuhi oleh pelaku di WC masjid. Namun dirinya tidak dapat berbuat apa-apa karena diancam oleh pelaku.

"Iye saya pernah liat di WC Masjid, dan itu penjual mengancam saya kalau ribut," ungkapnya.

Mengetahui hal itu, pihak korban lansung melaporkan kejadian tersebut di pihak kepolisan dan berharap korban diberi hukuman seberat-beratnya. (Red)
Don't Miss

News Feed