ads

12 September, 2019

Ini Keinginan Bupati Bone Terkait Sampah di Bone

Ini Keinginan Bupati Bone Terkait Sampah di Bone
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Hingga saat ini, permasalahan sampah menjadi persoalan di hampir semua daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bone.

Olehnya itu, Bupati Bone Dr H Andi Fahsar M Padjalangi, sangat mensupport dan mendukung program pengelolaan sampah yang diinisasi Lembaga pendidikan dan advokasi lintas masyarakat (Lekas) Kabupaten Bone.

"Saya mendukung sepenuhnya niat baik yang disampaikan pihak Lekas Bone dalam mengurus masalah sampah di Bumi Arung Palakka," ujar H Andi Fahsar, Rabu (11/09/2019).

Pasalnya, komitmen tersebut sejalan dengan program penanganan sampah serta Visi Kabupaten Bone yakni Zero sampah.

Bahkan salah satu nomenklatur Penanganan Sampah tertuang pada Peraturan Bupati Nomor 81 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Bone Dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga dan Sampah Rumah Tangga.

"Kita wujudkan Bone Zero sampah, salah satu solusinya program pengelolaan sampah yang digagas Lekas, dan tentunya semua pihak-pihak yang terlibat menunjukan keseriusannya," ujar H Andi Andi Fahsar.

Ketua Lekas Bone, Anwar Marjan mengatakan konsep pengelolaan sampah tidak sebatas mampu mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat.

"Saat ini sampah bukan lagi tiap jam ada, namun tiap menit hingga detik ada sampah, padahal sampah itu juga ada nilainya, dengan manajemen pengelolaan sampah, dua hal yang teratasi yakni sampah bisa jadi uang dan lingkungan bersih dari sampah," tukas Anwar yang juga mantan jurnalis media Tempo.

Namun inti dari manajemen pengelolaan sampah, kata Anwar adalah keseriusan semua pihak yang terlibat. Langkah awal dengan menggaet Badan usaha milik desa (Bumdes) yang ada di desa-desa di Bone.

"Kita menggandeng Bumdes, mereka dilatih manajemen pengelolaan sampah, kita bekerja secara profesional, dan tentunya lapangan kerja baru tercipta begitu juga serapan tenaga kerja di Bone," pungkas Anwar.

Ketua panitia pendidkan dan pelatihan (Diklat) Pengelolaan sampah, Jusman, mengatakan pelaksanaan kegiatan diklat tersebut pada tanggal 21-22 September di Hotel Helios kota Watampone.

"Pesertanya pengurus Bumdes di desa, mereka tidak hanya dilatih, namun ada tindak lanjut berupa kerja sama dengan Bumdes untuk mengubah sampah menjadi uang," pungkas Jusman.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed