ads

26 June, 2019

Anak Sapi Berkepala Dua Lahir di Bone, Ini Kata Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan

Anak Sapi Berkepala Dua Lahir di Bone, Ini Kata Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Kelahiran anak sapi berkepala dua satu badan empat kaki, di Dusun Ajang Matekko, Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, Senin (24/06/2019) menghebohkan warga bahkan ada yang menyangkut pautkan dengan hal mistik.

Pasalnya, hal itu sangat langka terjadi bahkan bisa dikatakan satu (1) diantara 1.000.000 (sejuta) sapi ada yang demikian.

Kepala Dinas Kabupaten Bone, dr Aris Handoko, yang dihubungi Rakyatsatu.com, Rabu (26/06/2019) mengatakan bahwa, kelahiran anak sapi berkepala dua memang satu fenomena menarik dan itu tergolong langka tetapi tidak perlu dihubungkan ke hal mistik.

"Itu merupakan kejadian luar biasa, karena hal itu terjadi 1 diantara sejuta dan itu sama prosesnya dengan kelahiran anak sapi kembar tetapi ada kelainan gen. Andaikan anak sapi tersebut hidup maka saya ada keinginan untuk memeliharanya," jelas Aris Handoko.

Hal senada dikemukakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Azis. Ia mengemukakan pula bahwa kejadian itu memang sangat jarang terjadi atau langka.

Namun hal itu katanya jangan disangkutpautkan pula dengan mistik karena itu bisa terjadi sebab adanya kelainan gen apalagi kalau hasil perkawinan alam.

Sebagaimana diketahui bahwa, pada hari Senin kemarin (24/06/2019) salah seekor induk sapi H Sabang (60), seorang petani warga Dusun Ajang Mattekko, Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, melahirkan dengan dua kepala satu badan. Kejadian ini sempat berpikir viral dan menghebohkan warga.

Saat ditemui, H Sabang mengatakan dirinya tidak pernah menduga kalau hewan ternak sapi miliknya akan melahirkan secara tidak normal.

"Saya tidak menyangka kalau akan seperti ini karena memang sudah waktunya melahirkan," ujar H Sabang saat ditemui di rumahnya, Senin (24/6/2019).

Anak sapi berkepala dua tersebut itu bahkan ditarik paksa oleh H Sabang dari lubang vagina induknya dibantu sejumlah warga karena tidak kunjung keluar.

"Terpaksa saya dan sekitar 10 orang warga tarik dari janinnya menggunakan tali. Saat kepalanya keluar memang sudah dalam keadaan tak bernyawa," tambahnya.

Saat mengetahui kejadian tersebut sejumlah warga berdatangan untuk melihat fenomena yang tak biasanya terjadi.

Bahkan banyak warga yang sempat panik dan menganggap kejadian tersebut ke hal mistis.

"Sempat ki kaget, karena sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini, banyak warga mengatakan tanda-tanda apalagi ini," kata Bahri, salah seorang warga setempat.

Anak sapi tersebut sudah dikebumikan, sementara induknya yang sempat stres namun kini kondisinya sudah sehat kembali. (Rasul)
Don't Miss

News Feed