ads

13 May, 2019

Ingin Bunuh Orang Tua Kandungnya, Remaja Ini Terpaksa Sahur di Mapolres Bone

Ingin Bunuh Orang Tua Kandungnya, Remaja Ini Terpaksa Sahur di Mapolres Bone
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Samsul Bijai Bin Pudding (24) terpaksa sahur di hotel Prodeo Mapolres Bone, Jl MH Thamrin Kelurahan Ta Kecamatan Tanete Riattang, karena mengancam ingin membunuh orang tua kandungnya.

Samsul Bijai diamankan oleh Unit 1 Resmob Polres Bone yang dipimpin oleh Ipda Achmad Alfian N, di rumahnya Jl Sungai Musi, Kelurahan Manurunge Kecamatan Tanete Riattang, Minggu (12/05/2019) sekira pukul 23.00 Wita.

Ipda Achmad Alfian N mengatakan, pelaku diamankan berdasarkan LP / 304 / V / 2019 / SPKT / RES BONE tanggal 09 Mei 2019 dengan pelapor Pudding Bin Raupung (55).

Ia menjelaskan bahwa, pelaku adalah anak kandung korban meminta uang kepada korban namun korban menolak untuk memberikan uang sehingga pelaku (Samsul Bijai) akan memukul korban dengan cara mengangkat pentungan kearah korban dan meneriaki korban dengan bahasa bugis yang mana arti dari kata - kata tersebut yakni "ku potong potongko" atas kejadian tersebut korban merasa terancam dan trauma.

"Dari hasil penyelidikan kami mendapat info bahwa pelaku kembali mengancam ke dua orang tuanya dengan menggunakan pisau dapur, setelah kami mendapat info tersebut kami langsung bergerak ke Jl Sungai Musi dan berhasil mengamankan pelaku beserta pisau yang digunakan pelaku," jelas Ipda Achmad Alfian.

Lanjutnya, dari hasil interogasi, Samsul Bijai sebagai pelaku mengakui perbuatannya bahwa telah melakukan tindak pidana tersebut dan dari keterangan pelaku, perbuatannya tersebut dipicu lantaran pelaku meminta uang senilai Rp. 1,500,000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan alasan akan digunakan pelaku untuk ongkos jalan sebab pelaku bermaksud untuk merantau ke jakarta.

"Selanjutnya pelaku bersama dengan barang bukti kami amankan dan dibawa ke Polres Bone guna proses hukum lebih lanjut," ujar Ipda Achmad Alfian N.

Sementara itu, korban, Pudding Bin Raupung, yang ditemui Rakyatsatu.com, mengatakan kalau sudah beberapa malam ini dirinya tidak pernah menginap dan makan sahur dan buka puasa di rumahnya karena jiwanya merasa terancam sehingga ketakutan.

"Sudah beberapa malam ni saya tidak pernah buka puasa dan sahur serta menginap di rumah karena saya takut sebab ia selalu mencari saya dan mau membunuh saya. Awalnya ia meminta uang tetapi saya tidak punya uang sehingga Bijai marah-marah dan menghancurkan sejumlah perabotan di rumah," jelas Pudding yang kesehariannya hanya menjual ikan.

Sedangkan informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah tetangganya bahwa, Samsul Bijai bukan hanya mengamuk di rumahnya dan mengancam akan membunuh orang tuanya tetapi ia juga sering mengancam dengan berteriak akan membakar rumah.

 "Dia (Samsul Bijai) sangat bahaya karena selalu berteriak mau membakar rumah bahkan selalu melempar ke rumah, kasihan orang tuanya yang akhir-akhir ini tidak berani menginap di rumahnya. Apalagi orang tuanya pekerjaannya hanya menjual ikan, di mana bisa mengambil uang jutaan kasian," ujar salah seorang warga tetangga Pudding yang minta namanya dirahasiakan.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed