ads

24 April, 2019

Perekapan Suara Pemilu Menimbulkan Duka Bagi PPS Kelurahan Biru, Ini Sebabnya

Perekapan Suara Pemilu Menimbulkan Duka Bagi PPS Kelurahan Biru, Ini Sebabnya
banner 336x280
banner 336x280

RAKYATSATU.COM, BONE - Perekapan Suara Pilpres RI, DPD, Pileg DPR RI, Pileg DPRD Provinsi Sulsel dan Kabupaten Bone pada Pemilu serentak 2019 takkan pernah terlupakan Panitia Pemungutan Suara (PPS), khususnya anggota PPS Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, Nurhaery.

Pasalnya, di saat perekapan suara sementara berlangsung di PPK Tanete Riattang di Gedung Pemuda Kabupaten Bone, Jl Kawerang Watampone Kelurahan Manurunge Kecamatan Tanete Riattang, bertepatan dengan perekapan hasil Pemilu di 25 TPS di Kelurahan Biru, orang tua (ibu kandung) Nurhaery menghembuskan nafasnya yang terakhir, Selasa (24/04/2019) sekira pukul 18.00 Wita, karena jatuh di kamar mandi saat mau berwudhu sekira pukul 17.30 Wita

Hal itu mengakibatkan duka yang mendalam bagi Nurhaery, karena ia tidak berada disisi ibu kandungnya saat menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saat perekapan suara untuk Kelurahan Biru sementara berlangsung kemarin (Selasa 23/04/2019) sekira pukul 17.35 Wita, saya mendapatkan telepon dari keluarga yang mengatakan kalau ibu saya jatuh di kamar mandi," ujar Nurhaery, saat ditemui di rumah duka, Dusun Kampuno Desa Gona Kecamatan Kajuara, Rabu (24/04/2019).

Lanjutnya, begitu selesai menerima telepon, ia langsung memberitahukan kabar tersebut ke Ketua PPS Kelurahan Biru, Rusnaedi, bahwa ibunya (Safinah, 56 tahun) jatuh di kamar mandi dan sekaligus minta izin untuk pulang ke rumah di BTN Permata Biru Kelurahan Biru untuk persiapan ke Kajuara.

"Saat itu pikiran saya berkecamuk dan langsung berangkat ke rumah orang tua dengan naik motor. Tetapi ternyata ibu saya telah meninggal dunia disaat saya sementara dalam perjalanan dari kota ke Kajuara," ujar Nurhaery dengan air mata menetes.

Nurhaery yang juga bekerja sebagai Tenaga Kontrak Bagian Pelayanan di Puskesmas Watampone tersebut, menambahkan, kalau ibunya memang menderita stroke dengan bagian tubuh sebelah kiri lumpuh dan itu sudah lama dideritanya.

Sementara itu Ketua PPS Kelurahan Biru, Rusnaedi yang ditemui di rumah duka mengatakan bela sungkawa dan turut berdukacita.

"Saya mewakili segenap PPS dan KPPS Kelurahan Biru mengucapkan turut berdukacita dan semoga amal ibadah almarhumah diterima dan diampuni dosa-dosanya serta ditempatkan di tempat yang layak disiNya, Aamiin," ujar Rusnaedi.

"Dan keluarga yang ditinggalkannya diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima semua ini," pungkasnya. 

Tak lupa pula ucapan belasungkawa dan duka cita dari Pemerintah Kelurahan Biru. Melalui Sekretaris Lurah (Seklur) Biru, A Sutriadi Asdi, hal itu disampaikan saat ditemui Rakyatsatu.com, di rumah duka di Dusun Kampuno Desa Gona Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone saat melayat bersama sejumlah pegawai/staf Kelurahan Biru. (Rasul)
Don't Miss

News Feed