ads

17 April, 2019

Kreatif, TPS Ini Punya Cara Unik Menarik Wajib Pilih Salurkan Hak Suaranya

Kreatif, TPS Ini Punya Cara Unik Menarik Wajib Pilih Salurkan Hak Suaranya
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, SIDRAP,  - Pesta Demokrasi Bangsa Indonesia hari ini Rabu (17/04/2019) berlangsung klimaks.

Seluruh rakyat Indonesia di 33 Provinsi melakukan hajatan lima tahunan tersebut. Tak terkecuali di Kabupaten Sidrap pun juga menyambut pesta dengan memungut hak pilih masyarakatnya.

Di daerah berjuluk bumi Lapagala atau akrab dikenal Bumi Nene Mallomo ini, hampir semua Kelurahan dan Desa di 11 kecamaran itu menempatkan beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Para panitia masing-masing mendesain TPSnya dengan berbagai macam background. Mulai biasa dan sederhana hingga ada juga yang eksotik dan unik.

Seperti di TPS 19 Kelurahan Rijang Pittu Kecamatan Maritengngae, Sidrap ini punya cara unik menyambut para pemilih yang berjumlah lebih dari 200 warga yang masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Mereka berpakaian adat Sulawesi Selatan yang memiliki corak khas Bugis-Makassar dengan dipadukan corak khas lokal masyarakat setempat.

Di TPS 19 Rijang Pittu ini, para petugas setempat tak hanya berpakaian adat, panitia juga memadukan dengan petugas khusus berpakaian loreng-loreng ala Corak Gurun Pasir atau dikenal pakaian militer Negara Adidaya Amerika.

Semua itu dilakukannya hanya demi untuk memberikan edukasi lebih cinta budaya dan memberi simpati pada pemilih agar mereka datang menyalurkan aspirasinya.

"Sengaja kami lakukan seperti ini untuk mengajak warga berpartisipasi menggunakan hak pilih dan tidak Golput,"Ungkap Ketua TPS 19 Rijang Pittu, Yusran Hanafi, disela-sela kesibukannya melayani pemilih, Rabu pagi tadi.

Menurut nya, TPS yang dipimpinnya itu memiliki hal unik, dikarenakan menggunakan seragam adat dan dijaga ketat oleh petugas yang berseragam Loreng.

Langkah tersebut, sambungnya, merupakan sebuah inovatif Petugas KPPS dalam rangka mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019.

"Inilah tujuan akhir kita selama lima tahun pesta demokrasi. Untuk itu mari kita jaga kerukunan bersama, budaya kita lestarikan, hidup bertoleransi meski beda pilihan politik namun tetap persaudaraan menjadi kunci keutamaan dalam hidup tentram dan damai,"ucap Yusran Berpesan.

Sementara, salah satu wajib pilih Muh. Arif mengakui panitia sangat kreatif dalam merangsang masyarakat untuk berpartisipasi menggunakan hak suaranya.

"Cukup kreatif juga ini semua panitia. Tadinya saya heran kok ada petugas berpakaian loreng tidak sama dengan corak warna TNI kita. Ternyata petugas TPS khusus. Pakaian adat bugis-makassar dalam acara seperti ini perlu dilestarikan budaya kita,"imbuhnya. (Ady)
Don't Miss

News Feed