ads

18 March, 2019

Tim Wasev Mabesad Kunker di Lokasi TMMD 1422/Maros

Tim Wasev Mabesad Kunker di Lokasi TMMD 1422/Maros
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, MAROS - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabesad, yang dipimpin Brigjen TNI Anang Dwitono, melakukan kunjungan kerja (kunker) di lokasi TMMD ke 104 Ta 2019 Kodim 1422/Maros di Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi dan Dusun Pattiro, Baji Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Senin (18/03/2019).

Brigjen TNI Anang Dwitono beserta rombongan Pabanda Anev Data Konsos Spaba III/Wanwil Sterad Mayor Arm Fiat Suwandana didampingi Dandim 1422/Maros Letkol Inf Farid Yudho Dwi Leksono, Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho, jajaran Tripika Tompobulu, kepala desa dan perangkat Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta warga desa.

Kapenrem 141/Tp, Mayor Inf Tawi, mengatakan, kedatangan tim Wasev dalam rangka melaksanakan pengawasan kegiatan TMMD berjalan yang dilaksanakan oleh satuan Kodim 1422/Maros.

Selain itu guna melihat secara langsung progres kegiatan TMMD dan berkomunikasi langsung dengan warga guna mendapatkan saran dan masukan sehingga pelaksanaan TMMD Reguler kedepannya bisa lebih maksimal.

"Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) juga melaksanakan evaluasi pelaksanaan program berjalan," ujar Mayor Inf Tawi.

Dalam kunjungannya, Brigjen TNI Anang Dwitono menyatakan bahwa program TMMD Reguler di Dusun Damma Desa Bonto Matinggi dan Dusun Pattiro Baji Desa Bonto Manai telah menciptakan sinergitas yang baik antar semua unsur mulai dari masyarakat, TNI selaku pemangku program, Polri serta jajaran pemda.

“Program TMMD Reguler ini bertujuan membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berbagai macam aspek, melalui pemerataan dan peningkatan infrastruktur yang ada atau baru. Selain itu untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena merupakan kekuatan paling utama dalam aspek pertahanan negara," ujar Brigjen TNI Anang Dwitono.

Program TMMD dilaksanakan selama 30 hari, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi hakekat ancaman yang ada.

Pembangunannya meliputi pembuatan MCK 7 unit, perintisan jalan sepanjang jalan 3.550 meter dan pembuatan duicker 7 buah.

Serta dalam membangun mental masyarakat melalui kegiatan non fisik, yang berupa penyuluhan, pembekalan wawasan kebangsaan dan sosialisasi-sosialisasi sebagai ajang penebalan pertahanan negara. (Rasul)
Don't Miss

News Feed