• Copyright © RAKYATSATU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    JKN-KIS Anugerah Bagi Warga Bone, Ini Pengakuan Darwis

    18 Februari, 2019, Februari 18, 2019 WIB
    masukkan script iklan disini
    RAKYATSATU.COM, BONE - Menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan suatu anugerah bagi Darwis (51) dan keluarganya.

    Ditemui dirumahnya di Dusun Talungeng, Desa Talungeng, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Senin (18/02/2019), Darwis mengakui bahwa sudah beberapa kali kartu JKN-KIS membantunya pada saat anak dan istrinya harus dirawat di puskesmas atau rumah sakit.

    Darwis yang merupakan seorang kepala rumah tangga dengan dua orang anak itu, mengatakan, dirinya menjadi Peserta Program JKN-KIS sejak tahun 2016 silam sebagai Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Pusat.

    Darwis yang berprofesi sebagai supir truk ini sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang telah memperhatikan rakyat kecil sepertinya dengan bantuan kartu JKN-KIS yang dapat memudahkan pesertanya untuk berobat.

    “Alhamdulillah kami menerima kartu ini dari Pemerintah. Saya sudah tahu bahwa program ini sangat penting dan bermanfaat sejak tahun 2014 lalu, saya sering mendengarnya di radio truk yang saya bawa," ujar Darwis.

    "Cuman karena penghasilan sebagai supir truk masih pas-pasan untuk
    biaya sehari-hari dan sekolah anak, makanya kami belum daftar. Akhirnya pada awal tahun 2016 pegawai kantor desa datang ke rumah dan membawa kartu ini (sambil menunjukkan kartu JKN-KIS
    miliknya)”, tambah Darwis dengan penuh semangat.

    “Semenjak menerima kartu ini (bacaKartuJKN-KIS), anak dan istri saya kalau sakit langsung berobat ke Puskesmas Kading. Padahal saya ingat dulu kalau ada yang sakit kami hanya istirahat di rumah dan membeli obat di warung, kami takut kalau berobat ke dokter biayanya mahal”, kenangDarwis.

    Darwis juga menceritakan bahwa tahun lalu anaknya yang kedua pernah sakit tengah malam, karena takut semakin parah, akhirnya dia berinisiatif untuk membawa anaknya ke RSUD Pancaitana. Setelah melalui perawatan di UGD RSUD Pancaitana dan opname selama 3 hari, akhirnya anaknya sembuh kembali tanpa harus mengeluarkan biaya untuk berobat.

    “Kalau mau dihitung biaya pengobatan yang sudah kami gunakan yah pasti sudah banyak. Makanya saya sampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh peserta yang telah bergotong royong membantu kami masyakarat kecil," pungkas Darwis. (Rasul)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini