ads

25 January, 2019

Tahun Keenam PT Askes Jadi BPJS Kesehatan, Ini Pengakuan Gadis Cantik Sebagai Kader JKN-KIS

Tahun Keenam PT Askes Jadi BPJS Kesehatan, Ini Pengakuan Gadis Cantik Sebagai Kader JKN-KIS
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Bekerja sebagai Kader JKN-KIS merupakan anugrah tersendiri bagi Nurlisa (25). Perempuan yang akrab dipanggil Lisa ini mengaku sangat senang dapat membantu masyarakat Kabupaten Bone untuk dapat lebih mengenal program JKN-KIS.

Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sejatinya bukanlah program yang baru, sejak bertransformasi dari PT. Askes menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014, program ini telah memasuki tahun keenam pada awal tahun 2019 ini. Meskipun program ini sudah cukup lama, akan tetapi menurut Lisa masih banyak masyarakat khususnya di wilayah pedesaan yang belum terdaftar pada program ini.

“Saya menjadi KaderJKN-KIS sejak empat bulan yang lalu,selama melaksanakan tugas sebagai KaderJKN-KIS saya menemukan berbagai macam karakteristik peserta terhadap program ini, sebagian besar sih sudah mengetahui dan terdaftar,ada juga yang sudah terdaftar tapi tidak rutin membayar iuran,ada yang mengetahui tapi belum mendaftarkan diri,serta ada pula yang sama sekali belum mengetahui program ini," ungkapnya.

Menurut Lisa beberapa masalah yang terjadi terhadap peserta mandiri khususnya dalam hal pembayaran iuran ialah dikarenakan kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat.

Sehingga upaya sosialisasi yang selama ini telah digalakkan oleh BPJS Kesehatan sampai kepada masyarakat, perlu ditindak lanjuti dengan kunjungan langsung sehingga pemberian informasi terkait program JKN-KIS dapat dilaksanakan dengan lebih interaktif lagi. Itulah salah satunya tugasnya sebagai seorang kader JKN-KIS.

“Saat melakukan kunjungan ke rumah-rumah peserta, kami selalu mengingatkan akan pentingnya gotong-royong pada program ini, memberikan bayangan kepada peserta andaikan keluarga mereka yang sakit betapa besarnya rasa terima kasih yang akan diberikan kepada peserta lain yang secara tidak langsung turut membayarkan biaya rumah sakit keluarga kita. Dengan kesadaran bergotong royong ini diharapkan peserta mampu membayar iurannya secara rutin," tutur Lisa.

Selain itu, selama menjadi KaderJKN-KIS Lisa lebih banyak mengenal dan bersosialisasi dengan orang-orang baru. Lisa juga sering berkomunikasi dengan pegawai Kelurahan setempat apabila ada peserta yang masuk dalam daftar kunjungan tapi alamatnya susah ditemukan.

Sebagai pesan untuk masyarakat Lisa menyampaikan bahwa Kunjungan Kader JKN-KIS bukan untuk menambah masalah tetapi untuk menyelamatkan dari masalah. (Rasul)
Don't Miss

News Feed