Ini Pengakuan Peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan Sebelum Dioperasi
Cari Berita

Advertisement

IKSAN NEW

Advertisement

Ini Pengakuan Peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan Sebelum Dioperasi

Rakyat Satu
30 January, 2019

RAKYATSATU.COM, BONE - Salah satu peserta JKN-KIS, Andi Muhammad Nur (62), yang kini menjalani operasi di rumah sakit Hafsah, Jl poros Bone-Wajo, Kabupaten Bone, Rabu (30/01/2019), karena penyakit prostat yang dideritanya selama ini, sudah merasakan manfaat dari kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan.

Lelaki yang akrab dipanggil Muhammad Nur merasa bersyukur telah terdaftar sebagai Peserta Program JKN-KIS saat dirinya harus dirawat di Rumah Sakit Hapsah Watampone karena penyakit Prostat yang dideritanya. Muhammad Nur dibawa ke rumah sakit oleh istri dan anaknya, Senin (28/01/2019) sekitar pukul 19.30 Wita.

Sebelum naik di meja operasi, Muhammad Nur yang ditemui oleh Petugas BPJS Keshatan, bercerita dan mengakui bahwa baru kali ini dirawat di rumah sakit, dirinya juga sangat bersyukur karena telah menjadi peserta JKN-KIS.

Sejak siang Muhammad Nur merasakan sakit dan tidak bisa buang air kecil, karena sakit yang sudah tidak tertahankan dirinya kemudian dibawa ke UGD RS Hapsah.

Setelah menjalani perawatan di UGD,Muhammad Nur divonis oleh dokter menderita penyakit Prostat dan harus segera dilakukan operasi. Berdasarkan konfirmasi petugas rumah sakit, Muhammad Nur akan dioperasi pada hari ini Rabu (30/01/2019).

“Saya mengalami kesulitan saat ingin buang air kecil, lama-kelamaan rasanya sangat sakit, sehingga istri dan anak saya berinisiatif untuk membawa saya ke Rumah Sakit. Setelah dilakukan tindakan oleh dokter di UGD,saya dikatakan menderita penyakit Prostat dan harus dioperasi,” ujar Muhammad Nur.

Muhammad Nur dan keluarganya merupakan Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bone. Menurutnya ini adalah wujud perhatian yang sangat besar dari pemerintah daerah terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya.

“Awalnya kami takut kalau harus berobat ke Rumah Sakit karena tentu biayanya sangat
mahal, kalau kami harus bayar biaya rumah sakit kami tentu tidak akan mampu, apalagi biaya operasi yang tentunya sangat inggi," ujarnya.

"Untungnya ada tetangga yang memberitahu bahwa kartu KIS bisa digunakan untuk berobat di puskesmas dan di rumah sakit, sehingga kami bisa berobat dengan tenang tanpa harus lagi memikirkan pembayaran rumah sakit. Program ini memberikan
saya harapan sembuh lebih besar,” lanjutnya.

Menutup pembicaraan, Muhammad Nur mengajak seluruh masyarakat yang belum mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi Peserta Program JKN-KIS serta bagi yang sudah terdaftar agar rutin membayariuran. Dirinya telah merasakan manfaat yang sangat besar dengan menjadi peserta.  (Rasul)