ads

17 December, 2018

Pakai Kardus Malu?. Ini Tanggapan KPU Bone Terkait Kotak Suara Dari Kardus

Pakai Kardus Malu?. Ini Tanggapan KPU Bone Terkait Kotak Suara Dari Kardus
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Kotak suara Pemilu serentak 2019, yang terbuat dari kardus kedap air, menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini.

Komisioner KPU Kabupaten Bone Divisi Teknis, Nazaruddin Zaelani blak-blakan dalam menanggapi serangan yang ditujukan kepada pihak penyelenggara Pemilu. Sebagaimana yang diungkapkan di Rakyat Satu, Minggu (16/12).

"Pakai kardus kok malu? Seharusnya kita bangga, karena itu menghemat anggaran sekira 70 persen. Kardus dua hari terakhir ini memenuhi beranda fb ku, meme, dan lain sebagainya, gambaran bahwa ada kekhawatiran warga terhadap penyelenggara pada pemilu serentak  tgl 17 April 2019 mendatang tidak pada Asas kepemiliuan," ungkap Nazaruddin.

Bahkan menurut mantan wartawan yang akrab disapa Atho, bahwa ada yang berani katakan untuk menunda pesta demokrasi sekali dalam lima tahun ini, padahal kardus bukan satu-satunya subtansi pemilu, walau menjadi syarat keabsahan.

"Namun lagi-lagi saya ingin katakan, bahwa pada pelaksanaan pemilu serentak ini tahapan-tahapan sudah dilalui, keputusan bersama, baik itu pleno maupun Rancangan UU atau ataupun turunan PKPU," ujarnya.

Semua lini dilibatkan, khususnya para peserta pemilu, parpol, pemerintah, lembaga lainya, serta penyelenggara bawaslu. Dengan demikian KPU berani mengambil keputusan tersebut,  menyepakati kotak suara berbahan dasar kardus kedap air menjadi solusi untuk pemilu serentak kali ini.

Lanjutnya lagi, penyerapan anggaran, tunduk dan patuh terhadap UU,  serta peraturan KPU syarat mutlak yang harus dijalankan, alasan muda rusak, tidak lebih kuat dari pendahulunya almunium, gampang jebol dan manipulasi, ganti surat suara, menjadi kalimat yang sulit memberikan pemahaman baginya, sehingga kotak suara itu ditolak dan menjadi bahan goyonan, sedih melihatnya, 

"Terlebih lagi dengan perbandingan antara negara, (dikala negara lain pada pemilu gunakan kotak dari besi, negara kita mala ganti kardus) is oke, tapi perlu dipahami bersama dibalik kardus, saya melihat ada pesan yang tersirat maknaya, bangsa ini mulai banyak berbenah bergeser, salah satunya adanya bahan kotak suara itu,  gambaran bahwa pelaksanaan pemilu serentak 17April 2019 kali ini, yang perlu dibentengi almunium, bahkan baja bukan pada objek kardusnya ya (logistik)  melainkan adalah SDMnya,  (penyelenggara)," jelas Atho. 

Integritas akuntabiliti, transparansi, jujur,  adil, rahasia, mandiri nasional, dan sebagainya menjadikan kotak kardus itu seketika mengubah kuatnya menjadi lapisan baja yang sulit untuk ditembus, bahkan anti peluru.

"Untuk itu, harusnya kita ini bangga karena KPU sudah menunjukan cara transformasi ahlak moral lewat pesta demokrasi.
Begitu juga sebaliknya, walau kotak suara terbuat dari bahan brankas baja akan muda dijebol karena pemegang kunci bermental kardus," sindirnya. 

"Beri kami ruang, beri kami kesempatan,  dan doakan bersama, agar kami diberikan kekuatan dan kesehatan, untuk menyelesaikan amanah tersebut, konsisten serta pelibatan masyarakat untuk ikut andil dalam mengawal proses demokrasi kali ini, akan melahirkan pemilu sukses berkualitas," lanjutnya.

Ia menambahkan, akhir April mendatang bangsa Ini akan mendapat pujian dari negara lain bagaimana demokrasi berjalan sesuai dengan harapan masyarakat, tata letak dari kesuksesan ada pada penyelenggara yang bermental baja bukan pada kotak suara.

"Mari bergandengan tangan mewujudkan Pemilu serentak 2019 berkualitas dan berdemokrasi," pungkasnya.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed