ads

21 December, 2018

Kasus Dugaan Penculikan Bayi Ternyata Rekayasa, Istri Oknum Anggota Brimob Bone Bakal Terseret Masuk Bui

Kasus Dugaan Penculikan Bayi Ternyata Rekayasa, Istri Oknum Anggota Brimob Bone Bakal Terseret Masuk Bui
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Kasus dugaan penculikan bayi yang sempat menggemparkan warga Bone dan viral di media sosial, Kamis (20/12/2018) ternyata hanya rekayasa.

Dugaan kasus penculikan yang ternyata rekayasa itu, melibatkan istri oknum anggota Brimob Bone yang diduga kerjasama dengan terduga penculik bayi yang baru berusia sekira 11 hari itu.

Hal itu terungkap ketika penculik bayi, Fitri, warga Barru, ternyata adalah ibu kandung dan Ilham Rahman, ayah kandung si bayi yang dilahirkan pada 2 Desember lalu, ditangkap tim gabungan Polres Bone bersama Polda Sulsel, di Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kota Makassar, Jumat (21/12/2018).

Penangkapan kedua terduga pelaku tersebut yang kemudian ketahuan kalau keduanya merupakan orang tua kandung bayi yang baru berusia 11 hari itu, diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sul Sel, Kombes Dicky Sondani.

“Dua pelaku sudah diamankan oleh tim gabungan Resmob Polda bersama Polres Bone. Keduanya ditangkap di perumahan BTP Blok AB atau sebuah kos-kosan, kedua pelaku ini mengaku sebagai orang tua dari bayi tersebut," kata Kombes Dicky.

Lanjutnya, penangkapan Fitri dan Ilham berdasarkan dengan Laporan Polisi (LP) dengan No. LP / 22 / XII / 2018 / Polres Bone, pada tanggal 20 Desember 2018.
Berdasarkan LP tersebut, Resmob Polda dan Resmob Polres Bone menyelidiki pelaku dan memperoleh Informasi dua terduga pelaku berada di daerah BTP.

"Sehingga anggota langsung bergegas ke lokasi dan berhasil amankan kedua pelaku, dan hasil introgasi awal mereka orang tua kandung," jelas Kombes Dicky.

Untuk mempertanggung jawab hal itu, Fitri yang diketahui adalah mahasiswa Fakultas Farmasi dan Ilham mahasiswa Teknologi Industri ini, diamankan di Posko Resmob Polda di Makassar.

Sementara itu hasil interogasi yang dilakukan penyidik Polres Bone terhadap, Anugrah Nurika Binti Muhadika (29), istri anggota Brimob Bone, Brigpol Rasyidin, diketahui bahwa kasus tersebut bukan murni penculikan.

Melainkan, Anugrah bekerjasama dengan Fitri untuk mengambil bayi tersebut tanpa sepengetahuan suaminya.

“Penculikan itu sudah direncanakan lebih awal oleh kedua pihak, Anugrah hanya berpura-pura tidak melihat kejadian tersebut,” ujar Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, dihadapan sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/12/2018).

Ia menjelaskan, bayi tersebut dibeli Anugrah untuk mengobati rasa kecewa suami setelah dirinya mengalami keguguran. Bayi itu diduga hasil hubungan gelap dari Fitri Hendriani dan Ilham Rahman yang diketahui mahasiswa kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Makassar.

“Dari hasil pengakuan Anugrah agar suaminya tidak kecewa karena sudah mengalami keguguran, ia membeli bayi tersebut dari hubungan terlarang Fitri dan Ilham seharga 8 juta,” jelas AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim, mengatakan ini adalah masalah nasional yang sempat meresahkan masyarakat Bone dengan adanya penculikan si bayi.

Kadarislam tetap berharap masyarakat waspada walau kasus ini hanya rekayasa.

“Ini bukan penculikan murni, ini rekayasa, tapi tetap kita harus waspada. Kalau ibunya tetap diproses laporan palsu, ibu kandungnya, Fitri, sudah ditangkap di kos-kosan dan sekarang sudah di Polda” jelas Kadarislam.

Ia menambahkan, Anugrah kehilangan bayinya usai melahirkan di salah satu RS yang ada di Makassar, namun karena tak ingin suaminya kecewa, Anugrah berusaha mencari bayi yang bisa diadopsi melalui media sosial facebook (Fb)

Lewat Fb, Anugrah berhasil mendapatkan seorang bayi laki-laki mungil dari seorang perempuan bernama Fitri yang melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya bersama seorang pria bernama Ilham.

Bayi mungil itupun diserahkan ke tangan Anugrah dengan beberapa kesepakatan tanpa sepengetahuan suaminya, Brigadir Rasyidin.

Diantara perjanjian itu yakni biaya persalinan sebesar Rp 8 juta serta ibu kandungnya diijinkan bertemu anaknya. Seminggu setelahnya, Fitri yang merupakan ibu kandung si bayi mencoba menghubungi Anugrah untuk menanyakan kondisi bayinya, namun Anugrah coba berbohong dan mengatakan bayi tersebut sudah meninggal.

Tak yakin, Fitri bertanya lagi dan dijawab oleh Anugrah kalau bayinya sehat. Diaturlah sebuah skenario penculikan agar Fitri bisa mengambil anaknya dan berjanji akan dikembalikan pada Minggu (23/12/2018) nanti, sekaligus mengambil sisa uang Rp 1 juta.

Fitri sempat menginap di kampung Anugrah, Dusun Inung Lancenge Desa Mattampa Bulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone, sebelum akhirnya mengambil si bayi saat Brigpol Rasyidin sedang ke warung. (Rasul)
Don't Miss

News Feed