ads

19 December, 2018

Istri Dandim 1407/Bone Didampingi Istri Koramil Cina, Beri Bantuan ke Nenek Tuo

Istri Dandim 1407/Bone Didampingi Istri Koramil Cina, Beri Bantuan ke Nenek Tuo
banner 336x280
RAKYATSAYU.COM, BONE - Kondisi seorang nenek yang viral di media sosial akhir-akhir ini, nenek Tuo (70), yang tinggal di gubuk reot, di Dusun Pationgi, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, mendapatkan perhatian dari Ketua dan Pengurus Persit Cabang XXV Kodim 1407/Bone.


Hal itu, terbukti, setelah mendengar informasi tentang kehidupan dari nenek Tuo, Ketua persit cabang XXV Kodim 1407/Bone, Ny Prepti RA Mustamin, bersama pengurus persit Cabang XXV Kodim 1407/Bone langsung menuju ke lokasi rumah nenek Tuo untuk melihat langsung dan memberikan bantuan.


Ketua persit Cabang XXV Kodim 1407/Bone Ny. Prepti R.A Mustamin di dampingi pengurus Persit Cabang XXV menyerahkan bantuan sumbangan berupa sembako kepada nenek Tuo, pada hari Selasa (18/12) kemarin.


"Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat dan meringankan beban hidup nenek Tuo. Ini sebagai salah satu bentuk perhatian TNI kepada rakyat," Ny Prepti RA Mustamin, yang merupakan istri Dandim 1407/Bone Letkol Inf Mustamin.


Sementara itu, Danramil 1407-12/Cina Kapten Inf Busra pada kesempatan tersebut yang turut mendampingi Ny Prepti R.A Mustamin, bersama para anggotanya personel Koramil 12/Cina dan masyarakat setempat melaksanakan pembersihan dan pembenahan rumah nenek Tuo sehingga tempat tinggal nenek Tuo lebih layak dibandingkan sebelumnya.


Kegiatan pembersihan dan pembenahan rumah nenek nenek Tuo itu, dilakukan Danramil 12/Cina sebelum penyerahan sembako oleh isteri Dandim 1407/Bone bersama rombongan, yang didampingi oleh isteri Danramil 12/Cina Ny Harifa Busra.


Menurut dari Kapten Inf Busra rencananya dalam waktu dekat rumah dari nenek Tuo akan diperbaiki.


"Rumah nenek Tuo akan segera di perbaiki kami akan berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melaporkan ke pimpinan kami dalam hal ini Dandim 1407/Bone tentang rencana kegiatan perbaikan dari rumah nenek Tuo," ujar Kapten Inf Busra.


Tuo atau yang sering dipanggil nenek Tuo memiliki seorang putri bernama Sanatang (25) yang kondisinya mengalami gangguan jiwa, mereka berdua tinggal di sebuah rumah yang tidak layak huni dengan ukuran 2 x 3 meter dan telah menempati rumah tersebut sudah puluhan tahun menurut warga sekitar.


Kondisi dari rumah yang ditempati oleh nenek Tuo bersama anaknya bisa di katakan gubuk reok dengan dinding sekelilingnya terdiri dari tripleks yang kini sudah mengalami kerusakan berat, dan kondisi nenek Tuo yang kini sudah tidak sehat sehingga tidak mampu berbuat banyak. (Rasul)


Don't Miss

News Feed