ads

11 December, 2018

Bocah Tuna Rungu dan Tuna Wicara Dianiaya Sama Tantenya Hingga Masuk RS

Bocah Tuna Rungu dan Tuna Wicara Dianiaya Sama Tantenya Hingga Masuk RS
banner 336x280
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Seorang bocah tuna rungu dan tuna wicara, usia sembilan (9) tahun, LK, kini harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone, gegara diduga dianiaya oleh tantenya.

Informasi yang berhasil dihimpun dari keterangan salah seorang FPPA yang mengantar LK ke RSUD Tenriawaru Bone, bahwa LK sudah berada di rumah sakit, sejak tanggal 4 Desember 2018.

Kondisinya sangat memperihatinkan saat kami bawa ke RSUD seminggu lalu (04/12/2018), kejadian penganiayaannya dua hari sebelum kami bawa ke RSUD Tenriawaru Bone," ceritanya.

Forum Pendamping Pemerhati Anak (FPPA) Bone, MS membawa LK ke RSUD Bone berdasarkan laporan masyarakat Ponre.

"Korban ini tuna rungu dan tuna wicara, dia dibawa ke RSUD Bone setelah kami mendapatkan laporan masyarakat ke lembaga, kami langsung bawa korban ke Rumah Sakit," kata MS kepada wartawan di RSUD Tenriawaru Bone, Selasa (11/12).

LK menderita sejumlah luka ditubuhnya, akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh tantenya, Nuralang. LK adalah penyandang disabilitas yang sehari-harinya tinggal di rumah tantenya, di Jl Sungai Asahan Watampone.

Ibunya sudah lama meninggal dan ayahnya bernama Ibrahim sedang merantau di Malaysia sebagai buruh kasar.

Akibat penganiayaan tersebut, LK menderita patah tulang, luka pada mata, robek di bagian kepala, dan sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan keterangan masyarakat yang melapor LK dipukul meja, dipukul kayu hingga dipukul palu-palu.

Bahkan kaki kiri LK saat ini patah akibat penganiayaan terdebut.

Kini LK dirawat di Bangsal B Kamar 4 di RSUD Tenriawaru Bone, Jlan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Tanete Riattang Barat.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed