Saksi-saksi Yehua Akan Bangun Tempat Ibadahnya di Tana Toraja, Ini Kata Kakan Kemenag

Saksi-saksi Yehua Akan Bangun Tempat Ibadahnya di Tana Toraja, Ini Kata Kakan Kemenag
RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Saksi-saksi Yehua Indonesia (SSYI), mulai melakukan berbagai usaha untuk mendirikan tempat ibadahnya di Kabupaten Tana Toraja, Kamis (01/11).

Project Management SSYI, Hartono Susanto, mengungkapkan bahwa selama ini mereka hanya dapat beribadah di rumah-rumah jemaat secara berpindah-pindah.

Setelah memiliki sebanyak 100 orang jemaat, Hartono pun menemui Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) , H Muhammad di kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Rabu (31/10) kemarin.

Bermaksud berdiskusi untuk proses pembangunan rumah ibadah mereka berupa gedung gereja, Hartono yang datang bersama tiga orang pengurus SSYI Tana Toraja, berharap ada izin, dukungan dan doa restu dari Kakan Kemenag.

Hartono pun membawa beberapa dokumen mengenai surat izin dari dua Menteri beserta foto-foto dokumentasi geraja-gereja yang telah dibangun oleh SSYI dari Sabang sampai Merauke.

Dengan demikian, pembangunan gereja SSYI dipastikan akan segera dilaksanakan, yang rencananya akan dibangun di dekat SMK Negeri Rantelemo, Makale Utara.

Dalam rilis yang disampaikan humas Kemenag, Kasi Bimas Islam H Tamrin Lodo, juga ikut menanggapi dengan memberi ilustrasi tetang aliran atau sempalan-sempalan agama yang justru menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

"Masih segar dalam ingatan, ada sejumlah murid Sekolah Dasar di Tana Toraja yang tidak mau melakukan penghormatan ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada saat upacara bendera. Ini kan tidak bagus, karena mereka terlanjur dicekoki dengan doktrin agama yang radikal," tutur H Muhammad.

Namun menurut H Muhammad, jika SSYI memang telah mendapat izin resmi dari pemerintah, terutama Pemkab dan FKUB Tana Toraja, maka Kemenag bersama Seksi Bimas Kristen melalui penyuluh-penyuluhnya yang akan memantau langsung kegiatan SSYI di lapangan.

Hartono pun kembali mempertegas bahwa SSYI bukanlah sempalan dari agama Kristen. Ia sekali lagi menjelaskan tentang posisi mereka yang tidak ada bedanya dengan Pantekosta atau Kibaid dan lain sebagainya.

Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa SSYI akan lebih intens lagi untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab Tana Toraja serta FKUB, guna menjaga, merawat dan memelihara kerukunan umat beragama di Bumi Lakipada Tana Toraja. (Kris)
loading...
close
Rakyatsatu