Begini Cara Kapolres Bone Bangkitkan Semangat Pengungsi Korban Gempa di Donggala

Begini Cara Kapolres Bone Bangkitkan Semangat Pengungsi Korban Gempa di Donggala
RAKYATSATU.COM, DONGGALA - Pengungsi korban bencana alam gempa dan tsunami Donggala, Palu dan Sigi Sulawesi Tengah, yang kini hanya tidur di tenda-tenda darurat seadanya, kondisinya sangat memprihantinkan.

Selain kekurangan bahan makanan, pakaian dan obat-obatan ternyata mereka juga butuh siraman rohani karena tekanan jiwa dampak dari gempa dan tsunami, khsusunya pengungsi yang bertenda di halaman gedung DPRD Kabupaten Donggala.

Dari pantauan Rakyatsatu.com, saat tiba di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (06/10) malam, sebagian besar dari mereka terlihat dengan wajah keputusasaan.

Tetapi setelah Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim memberikan siraman rohani lewat ceramah usai shalat Subuh, Minggu (07/10), sudah ada yang bisa tersenyum dan terlihat memiliki semangat atau motivasi.

"Selain bantuan sembako dan medis, para pengungsi korban gempa dan tsunami perlu mendapatkan pula siraman rohani dan memberi pemahaman bahwa semua yang terjadi itu ada hikmah," ujarnya.

Dalam ceramah atau siraman rohaninya, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, menjelaskan perlunya Beramal dan Taat kepada Allah SWT, serta meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan.

"Hanya dengan amal dan ketaatan terhadap Allah sehingga akan dihilangkan masalahnya oleh Allah. Kalau mau bahagia, maka beragamalah. Jika ingin bahagia maka besarkanlah Allah dalam diri. Allah tidak akan memberikan suatu masalah apabila hambaNya tidak mampu memikul beban masalah tersebut. Marilah kita petik semua hikma dibalik kejadian gempa ini," tutur AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Ia pun memberikan gambaran, tentang situasi, suasana dan kondisi serta kehidupan masyarakat Kabupaten Bone.

"Orang Bone memakmurkan mesjid dan membesarkan Allah, sehingga masyarakat Bone dapat hidup dalam suasana kondusif. Jika imam kita baik maka keamanan akan baik. Bagaimana polisi mampu memberi keamanan warga Bone yang penduduknya mencapai sekira 800 ribu jiwa, sementara polisi di Kabupaten Bone jumlahnya tidak seberapa dibanding jumlah penduduk, tetapi orang Bone itu berimam dan bertakwa sehingga suasana terus kondusif," tambahnya.

Ia menambahkan, sejak Bupati Bone, DR H Andi Fahsar M Padjalangi mengeluarkan Surat Edaran dan Himbauan agar masyarakat Bone memakmurkan masjid, hasilnya sudah luar biasa.

"Saat ini, jika kita shalat subuh berjamaah di masjid-masjid di Bone, alhamdulillah jemaahnya sudah lebih dari dua shaf/baris," tuturnya. (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu