Gegara Mau Konfirmasi Pemilik Kandang Ayam Berbau, Wartawan di Bone Mau Diparangi

Gegara Mau Konfirmasi Pemilik Kandang Ayam Berbau, Wartawan di Bone Mau Diparangi
RAKYATSATU.COM, BONE - Salah seorang wartawan Harian Radar Bone (FAJAR Group), Bahar nyaris diparangi dan motornya disandera. Hal itu terjadi saat Bahar hendak liputan kandang ayam yang berbau dan mengganggu warga di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (14/03).

Bahar yang ditemui di Mapolres Bone menjelaskan kronologis kejadian yang menimpanya. Pada saat itu, dia sedang liputan kandang ayam di Kelurahan Bajoe, yang diduga berdampak buruk bagi masyarakat setempat. Pasalnya, kandang ayam tersebut menimbulkan bau busuk, serta banyaknya lalat yang menyerbu rumah warga setempat.

"Awalnya saya mengambil foto, setelah itu saya wawancara dengan warga. Tidak lama kemudian, salah satu pengelola keluar dari kandang dan saya menghampirinya untuk konfirmasi dan wawancara, tetapi dia langsung marah-marah dan langsung mengambil parangnya, akhirnya saya langsung lari," tutur Bahar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat dia berlari, lupa mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari kandang ayam tersebut. Ia pun minta tolong kepada salah seorang warga, untuk pergi mengambil motornya. Namun warga tersebut pun takut mendekat, karena palaku memegang parang sambil marah-marah.

Bahar akhirnya meminta tolong ke rekannya untuk dijemput dan langsung ke SPKT Polres Bone guna melaporkan kejadian tersebut. Setelah dimintai keterangan, SPKT Polres Bone pun langsung ke TKP untuk mengambil motor tersebut, dan menemui pelaku dan menyita barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku.

Lurah Bajoe, Rahayu, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan secara terpisah, mengatakan, kehadiran kandang ayam tersebut, memang menuai sorotan dari sejumlah warga setempat. Pasalnya, menimbulkan bau busuk, serta mendatangkan lalat ke rumah warga. Sehingga, warga pun merasa sangat terganggu.

"Kandang tersebut memang belum memiliki izin, dan kami pun sudah berkoordinasi dengan kecamatan untuk dicarikan solusi. Sebelumnya, memang sudah pernah diberikan teguran, dan masih diberikan kebijakan untuk diminta pindah, namun belum juga dilakukan," kata Rahayu.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu