RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Distribusi beras untuk keluarga miskin (raskin) , ternyata masih menimbulkan permasalahan. Sama halnya yang terjadi Desa Lalabatariaja Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng.
Beras raskin yang diterima warga Desa Lalabatariaja, Nini Anggraini berkutu, berdebu, berbau apek serta berulat.
"Beras dari bulog yang saya terima, tak layak untuk dimasak apalagi dimakan," katanya saat dikunjungi sejumlah awak media, Senin (5/12).
Nini menjelaskan, dirinya mengambil beras bulog tersebut di kantor Desa setempat Sabtu, 3 Desember yang lalu, sesampai dirumah saat hendak memasak, dirinya kaget melihat beras yang dibagikan bulog tidak sesuai dengan beras sebelumnya,
" Saya tau kalau kualitasnya buruk saat membukanya, melihat kwalitasnya buruk, saya tidak jadi memasaknya," ujarnya
[caption id="attachment_5716" align="alignleft" width="1049"]
Beras raskin ber ulat ditemukan warga[/caption]
Dirinya menambahkan, bukan hanya dirinya yang mendapatkan beras raskin yang tidak layak komsumsi, meski tidak semua kepala keluarga mendapatkan beras tidak layak, namun ada beberapa keluarga miskin yang mendapatkan berasa yang sama seperti dirinya.
" tidak semuanya beras raskin seperti ini, ada juga yang mendapatkan beras berkualitas baik," tambahnya
Sementara itu, Kabag ekonomi Pemda Soppeng Hj Marwati yang menerima adanya raskin yang tidak layak komsumsi, langsung mengkoordinasikan ke pihak Kecamatan dan Desa untuk didata.
" kita langsung koordinasikan dengan kecamatan dan desa untuk didata, ada berapa masyarakat yang mendapatkan beras raskin tidak layak komsumsi," ujarnya
Dirinya menjelaskan, jika memang ada masyarakat mendapatkan beras tidak layak komsumsi, silahkan melaporkan ke Desa masing-masing atau pun kecamatan, jika sudah didata, nantinya kita akan koordinasikan ke bulog Soppeng untuk diganti.
" Masyarakat silahkan melapor agar bisa didata, beras tidak layak komsumsi kan diganti oleh bulog,"katanya
Kepala Bulog Soppeng saat hendak di klarifikasi terkait adanya beras raskin tidak layak komsumsi yang ditemukan masyarakat tidak sedang di kantor.
" Ka Bulog dan ka Gudang lagi keluar menghadiri acara," ujar karyawan bulog Panincong
Beras raskin yang diterima warga Desa Lalabatariaja, Nini Anggraini berkutu, berdebu, berbau apek serta berulat.
"Beras dari bulog yang saya terima, tak layak untuk dimasak apalagi dimakan," katanya saat dikunjungi sejumlah awak media, Senin (5/12).
Nini menjelaskan, dirinya mengambil beras bulog tersebut di kantor Desa setempat Sabtu, 3 Desember yang lalu, sesampai dirumah saat hendak memasak, dirinya kaget melihat beras yang dibagikan bulog tidak sesuai dengan beras sebelumnya,
" Saya tau kalau kualitasnya buruk saat membukanya, melihat kwalitasnya buruk, saya tidak jadi memasaknya," ujarnya
[caption id="attachment_5716" align="alignleft" width="1049"]
Dirinya menambahkan, bukan hanya dirinya yang mendapatkan beras raskin yang tidak layak komsumsi, meski tidak semua kepala keluarga mendapatkan beras tidak layak, namun ada beberapa keluarga miskin yang mendapatkan berasa yang sama seperti dirinya.
" tidak semuanya beras raskin seperti ini, ada juga yang mendapatkan beras berkualitas baik," tambahnya
Sementara itu, Kabag ekonomi Pemda Soppeng Hj Marwati yang menerima adanya raskin yang tidak layak komsumsi, langsung mengkoordinasikan ke pihak Kecamatan dan Desa untuk didata.
" kita langsung koordinasikan dengan kecamatan dan desa untuk didata, ada berapa masyarakat yang mendapatkan beras raskin tidak layak komsumsi," ujarnya
Dirinya menjelaskan, jika memang ada masyarakat mendapatkan beras tidak layak komsumsi, silahkan melaporkan ke Desa masing-masing atau pun kecamatan, jika sudah didata, nantinya kita akan koordinasikan ke bulog Soppeng untuk diganti.
" Masyarakat silahkan melapor agar bisa didata, beras tidak layak komsumsi kan diganti oleh bulog,"katanya
Kepala Bulog Soppeng saat hendak di klarifikasi terkait adanya beras raskin tidak layak komsumsi yang ditemukan masyarakat tidak sedang di kantor.
" Ka Bulog dan ka Gudang lagi keluar menghadiri acara," ujar karyawan bulog Panincong