RAKYATSATU.COM, KUKAR - Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi solidaritas dan keprihatinan atasterjadinya tragedi bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda yangmenewaskan seorang balita bernama Intan Olivia, Selasa (15/11) malam.
Dalam aksi solidaritas yang dipusatkan di Creative Park Tenggarong ini,para peserta dari kalangan Nasrani maupun Muslim berbaur menjadi satu dengan tekad sama yakni menyerukan kedamaian di Indonesia, khususnya di Kukar, dan mengecam segala bentuk terorisme.
Aksi solidaritas ini ditandai dengan penyalaan 1.000 lilin oleh parapeserta aksi, penyampaian pernyataan sikap bersama, serta pembacaan
doa. Yang menarik, pembacaan doa ini dilakukan secara bergantian, yaknioleh Pendeta Martin, kemudian oleh Ustadz Fauzan.
"Aksi ini kita gelar sebagai bentuk keprihatinan atas terjadinya tragedibom molotov di gereja Oikumene, Samarinda, tanggal 13 November lalu,"
ujar Muhammad Ikhsan Hattu, selaku koordinator kegiatan dari Garda Pemuda NasDem. (kutaikartanegara.com)
Dalam aksi solidaritas yang dipusatkan di Creative Park Tenggarong ini,para peserta dari kalangan Nasrani maupun Muslim berbaur menjadi satu dengan tekad sama yakni menyerukan kedamaian di Indonesia, khususnya di Kukar, dan mengecam segala bentuk terorisme.
Aksi solidaritas ini ditandai dengan penyalaan 1.000 lilin oleh parapeserta aksi, penyampaian pernyataan sikap bersama, serta pembacaan
doa. Yang menarik, pembacaan doa ini dilakukan secara bergantian, yaknioleh Pendeta Martin, kemudian oleh Ustadz Fauzan.
"Aksi ini kita gelar sebagai bentuk keprihatinan atas terjadinya tragedibom molotov di gereja Oikumene, Samarinda, tanggal 13 November lalu,"
ujar Muhammad Ikhsan Hattu, selaku koordinator kegiatan dari Garda Pemuda NasDem. (kutaikartanegara.com)