RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Stasiun Pengisian bahan bakar umum (SPBU) Ballili yang terletak di Desa Belo Poros Soppeng Cabbeng yang dikeluhkan konsumen ditanggapi Pemilik SPBU H Suardi Haseng, Selasa (1/11).
Menurutnya SPBU miliknya itu bukan mengutamakan pengisian BBM jenis premium melalui jerigen, hal itu terjadi karna dispenser miliknya tidak bisa mengisi kendaraan roda empat secara bersamaan.
" Dispenser milik saya gunakan empat handle, namun di jalur yang sama untuk roda empat tidak bisa di isi secara bersamaan karna selang dispenser hanya 3 meter, beda dengan pengisian roda dua bisa langsung dua motor," ujar melalui sambungan Handphone nya.
Dirinya menjelaskan masyarakat yang datang untuk membeli BBM menggunakan Jerigen itu berasal dari pedalaman untuk kebutuhan stock BBM yang jauh dari kota, bukan hanya itu menurutnya, BBM yang dibeli masyarakat bukan BBM subsidi.
" Kita juga tidak bisa melarang karna kita juga melihat dampak sosialnya, kasihan jika ada masyarakat yang kehabisan bahan bakar di pelosok desa, sementara SPBU jauh," jelasnya
Legislator partai Golkar ini menambahkan, tidak semua SPBU memiliki dispenser yang sama dengan miliknya, ada juga yang menggunakan dispenser bisa melakukan pengisian bahan bakar pada kendaraan roda empat secara bersamaan.
" Tidak semua dispenser di SPBU sama, ada juga yang bisa mengisi kendaraan roda empat secara bersamaan dengan jalur yang sama," tambahnya
Terkait adanya fee untuk pengisian jerigen, H Suhardi sebelumnya sudah memberikan menekankan kepada semua operator untuk tidak membebani masyarakat.
" Saya sudah tekankan kepada operator SPBU milik saya untuk tidak menerima bayaran untuk pengisian jerigen, setahu saya itu tidak ada," tegas H Suhardi
Menurutnya SPBU miliknya itu bukan mengutamakan pengisian BBM jenis premium melalui jerigen, hal itu terjadi karna dispenser miliknya tidak bisa mengisi kendaraan roda empat secara bersamaan.
" Dispenser milik saya gunakan empat handle, namun di jalur yang sama untuk roda empat tidak bisa di isi secara bersamaan karna selang dispenser hanya 3 meter, beda dengan pengisian roda dua bisa langsung dua motor," ujar melalui sambungan Handphone nya.
Dirinya menjelaskan masyarakat yang datang untuk membeli BBM menggunakan Jerigen itu berasal dari pedalaman untuk kebutuhan stock BBM yang jauh dari kota, bukan hanya itu menurutnya, BBM yang dibeli masyarakat bukan BBM subsidi.
" Kita juga tidak bisa melarang karna kita juga melihat dampak sosialnya, kasihan jika ada masyarakat yang kehabisan bahan bakar di pelosok desa, sementara SPBU jauh," jelasnya
Legislator partai Golkar ini menambahkan, tidak semua SPBU memiliki dispenser yang sama dengan miliknya, ada juga yang menggunakan dispenser bisa melakukan pengisian bahan bakar pada kendaraan roda empat secara bersamaan.
" Tidak semua dispenser di SPBU sama, ada juga yang bisa mengisi kendaraan roda empat secara bersamaan dengan jalur yang sama," tambahnya
Terkait adanya fee untuk pengisian jerigen, H Suhardi sebelumnya sudah memberikan menekankan kepada semua operator untuk tidak membebani masyarakat.
" Saya sudah tekankan kepada operator SPBU milik saya untuk tidak menerima bayaran untuk pengisian jerigen, setahu saya itu tidak ada," tegas H Suhardi