RAKYATSATU.COM, PINRANG - Selisih jadwal tanam dan Perubahan iklim, di duga menjadi salah satu pemicu berkembang biakannya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), jenis tikus di Kabupaten Pinrang.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang, melalui Kepala Seksi Perlindungan Tanaman, Kamaruddin Yakub mengatakan, rata-rata petani melakukan pengolahan dan penanaman padi lebi awal. Sehingga, menyembabkan perkembang biakannya binatang pengganggu tanaman ini.
Oleh karenanya, jika ada petani yang memiliki tanaman padi remaja. Semantara petani lain masih dalam proses pengolahan, maka akan berdampak demikian."Hal ini menyebabkan habitat hama terganggu dan melakukan migrasi ke lahan yang memiliki sumber makanan," kata Kamaruddin, saat ditemui di Kantor Bupati Pinrang, Rabu (27/7).
"Jadi seharusnya jadwal tanam itu dilakukan secara serentak," tambahnya.
Meski demikian, saat ini pihak Dinas Pertanian dan Peternakan beserta Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Praktisi Pertanian telah melakukan rembug madya, membahas masalah kesamaan jadwal tanam dan pemberantasan populasi hama.
Dikatakan dia, untuk di Pinrang sendiri kondisi musim taman yang tidak serentak ini sudah berlangsung dua kali musim tanam.(Gun)
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang, melalui Kepala Seksi Perlindungan Tanaman, Kamaruddin Yakub mengatakan, rata-rata petani melakukan pengolahan dan penanaman padi lebi awal. Sehingga, menyembabkan perkembang biakannya binatang pengganggu tanaman ini.
Oleh karenanya, jika ada petani yang memiliki tanaman padi remaja. Semantara petani lain masih dalam proses pengolahan, maka akan berdampak demikian."Hal ini menyebabkan habitat hama terganggu dan melakukan migrasi ke lahan yang memiliki sumber makanan," kata Kamaruddin, saat ditemui di Kantor Bupati Pinrang, Rabu (27/7).
"Jadi seharusnya jadwal tanam itu dilakukan secara serentak," tambahnya.
Meski demikian, saat ini pihak Dinas Pertanian dan Peternakan beserta Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Praktisi Pertanian telah melakukan rembug madya, membahas masalah kesamaan jadwal tanam dan pemberantasan populasi hama.
Dikatakan dia, untuk di Pinrang sendiri kondisi musim taman yang tidak serentak ini sudah berlangsung dua kali musim tanam.(Gun)