Iklan

Iklan

Camat Sibulue Gencarkan Pemantauan Posyandu demi Kejar Target Zero Stunting

17 Oktober 2026, 3:05 PM WIB Last Updated 2026-10-17T11:05:39Z

Camat Sibulue dan Ketua TP PKK bersama pengurus PKK Kecamatan Sibulue saat memantau kegiatan posyandu di Desa Manajeng.

RAKYATSATU.COM, BONE
- Pemerintah Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terus berupaya menekan angka stunting. Berbagai langkah dilakukan untuk mencapai target zero stunting atau nol kasus stunting pada Desember 2026, mulai dari pemantauan posyandu hingga pelayanan khusus bagi anak stunting di puskesmas.


Kepala Puskesmas Sibulue, Andi Tenripada Andi Akbar, mengatakan pihaknya menyediakan pelayanan khusus bagi anak stunting setiap Sabtu. Langkah tersebut dilakukan untuk menangani kasus yang ada sekaligus mencegah bertambahnya jumlah anak stunting.


"Setiap hari Sabtu kita tidak lakukan Posyandu tetapi melakukan pelayanan khusus bagi anak yang stunting dengan melakukan pemeriksaan secara mendetail kemudian diberikan susu dan vitamin atau makanan yang bervitamin," jelas Andi Tenripada Andi Akbar, Sabtu (17/10/2026).


Dia menegaskan, pelayanan tersebut tetap berjalan dengan dukungan tenaga medis dan petugas gizi. Mereka bersiaga di puskesmas untuk memberikan penanganan kepada anak stunting yang dibawa para kader.


"Tidak ada kata libur bagi teman-teman dokter dan bagian gizi demi menangani kasus stunting. Kami standby di Puskesmas menunggu para kader membawa anak kategori stunting untuk diatensi," tambahnya.


Upaya serupa juga dilakukan Puskesmas Tunreng Tellue. Kepala Puskesmas Tunreng Tellue, Saravova Andi Ismail, mengatakan pelayanan khusus tetap diberikan kepada lansia dan anak stunting meskipun puskesmas tersebut tidak melayani rawat inap.


"Meski Puskesmas Tunreng Tellue tidak melayani rawat inap tetapi untuk lansia dan anak stunting tetap dilakukan pelayanan khusus. Camat Sibulue juga menegaskan ke kita di Puskesmas agar ada atensi khusus bagi anak kategori stunting," ujar Saravova Andi Ismail.


Dia menyebut penurunan angka stunting di Kecamatan Sibulue dalam beberapa bulan terakhir tidak lepas dari peran aktif Tim Penggerak PKK dan Camat Sibulue yang rutin memantau kegiatan posyandu.


"Sepertinya tidak ada kegiatan Posyandu yang tidak dipantau TP PKK Kecamatan Sibulue dan Camat Sibulue serta anak kategori stunting diarahkan ke Puskesmas untuk diatensi khusus," pungkasnya.


Sementara itu, Camat Sibulue Sainal Abidin menegaskan target zero stunting harus tercapai pada Desember 2026. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dimulai sejak dini, termasuk dengan memberikan perhatian kepada ibu hamil.


"Kemudian kita melakukan sosialisasi dan edukasi di setiap kegiatan, bukan hanya di Posyandu. Selain itu, memberikan sanksi tegas bagi ibu hamil dan orang tua anak kategori stunting jika malas ke Posyandu," tegas Sainal Abidin.


Dia juga meminta seluruh pengurus PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan untuk aktif melakukan pembinaan serta pemantauan kegiatan posyandu. Para kader juga diminta memperkuat kerja sama dan berkolaborasi dalam menjalankan program pencegahan stunting.


"Stunting adalah tanggungjawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah, TP PKK, kader, tenaga medis tetapi semua elemen harus satu dan meiliki kepedulian terhadap pencegahan stunting," ujar Sainal Abidin.


Sainal Abidin mengungkapkan, berdasarkan data Januari 2026, Kecamatan Sibulue berada di peringkat kedua teratas dengan jumlah kasus stunting sekitar 90 anak.


" Tetapi alhamdulillah, saat ini mengalami penurunan signifikan dan jumlah angka stunting di Kecamatan Sibulue, berada dikisaran angka 20an anak. Masih ada waktu bekerja menurunkan bahkan menzerokan stunting di Kecamatan Sibulue. Namun yang paling prioritas adalah, bagaimana mencegah stunting itu ada di Kecamatan Sibulue," pungkasnya. [Ikhlas/Rasul]


Komentar

Tampilkan

  • Camat Sibulue Gencarkan Pemantauan Posyandu demi Kejar Target Zero Stunting
  • 0

Terkini

Iklan