Iklan

Iklan

Tingkatkan Kapasitas Kelola Jenis Asing Invasif, Kementerian Kehutanan Gelar Workshop Proyek SMIAS di Makassar

05 September 2026, 7:10 PM WIB Last Updated 2026-09-05T11:10:50Z
Pemberian cindramata yang dibarikan kepada perwakilan pemerintah daerah kabupaten maros andi fadli sekertaris 3 kabupaten maros dari direktur KSG kementerian kehutanan ahmad munawir







RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menggelar Landscape Inception Workshop dalam rangka program Strengthening Capacities for Management of Invasive Alien Species (SMIAS). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure, Makassar, pada Jumat (4/9/2026).


Workshop ini dibuka secara resmi oleh Direktur Konservasi dan Spesies Genetik (KSG) Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) yang terlibat dalam pengelolaan Jenis Asing Invasif (JAI). 


Para peserta terdiri dari perwakilan Kementerian Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Maros, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB), mitra konservasi, akademisi, hingga kelompok masyarakat lokal.


Penetapan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB) sebagai lokasi percontohan proyek SMIAS didasari oleh keanekaragaman hayati kawasan tersebut yang sangat tinggi, sekaligus tingginya ancaman nyata dari keberadaan spesies asing invasif.


Direktur KSG Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan TNBB yang juga telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan Geopark.


“Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan wilayah Geopark yang secara tidak langsung menjadi salah satu etalase Indonesia di mata dunia. Jika terjadi gangguan atau kerusakan ekosistem di wilayah ini, dampaknya tentu akan mempengaruhi kita semua,” tegas Ahmad Munawir.


Saat ini, salah satu ancaman utama bagi ekosistem TNBB adalah penyebaran spesies Spathodea campanulata (pohon kecrutan/ki acret). Pohon asing ini telah menginvasi area seluas kurang lebih 400 hektar di kawasan tersebut.


Penyebaran Spathodea campanulata berpotensi merusak struktur ekosistem alami, menghambat regenerasi vegetasi asli, serta menurunkan kualitas habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik lokal.


Melalui workshop awal (inception workshop) ini, Kementerian Kehutanan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen merumuskan langkah strategis dan memperkuat kapasitas pengelolaan guna mengendalikan laju invasi Invasive Alien Species (IAS) demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di TNBB. (Ikhlas/arul) 
Komentar

Tampilkan

  • Tingkatkan Kapasitas Kelola Jenis Asing Invasif, Kementerian Kehutanan Gelar Workshop Proyek SMIAS di Makassar
  • 0

Terkini

Iklan