Iklan

Iklan

Teknologi Mannennungeng Bantu Petani Bone Tingkatkan Produktivitas Padi

05 September 2026, 8:17 PM WIB Last Updated 2026-09-05T12:17:02Z


RAKYATSATU.COM, BONE
- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin mencatat hasil panen perdana Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Produktivitas lahan demplot mencapai 5,3 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.


Hasil tersebut melampaui target awal program yang dipatok 5 ton per hektare. Capaian itu juga meningkat dibandingkan produktivitas sebelumnya yang hanya 3 ton per hektare.


Peningkatan hasil panen tersebut tidak terlepas dari penerapan empat pilar utama Program Mannennungeng. Keempatnya meliputi Uwai Tuo, sistem irigasi presisi berbasis IoT; Pabbura, inovasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan; Warani, teknologi pengendalian hama ramah lingkungan; serta Garisi’, strategi adaptasi pola tanam dan rotasi varietas unggul.


Uwai Tuo disebut mampu menghemat penggunaan air hingga 25 persen. Sementara Pabbura menghasilkan pupuk organik yang membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan lahan.


Adapun Warani digunakan untuk menekan serangan organisme pengganggu tanaman tanpa penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Garisi’ diterapkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.


Capaian panen tersebut diverifikasi melalui kegiatan ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone di lokasi panen. Hasil pengukuran menunjukkan produktivitas lahan demplot Program Mannennungeng mencapai 5,3 ton GKP per hektare.


Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti penerapan teknologi pertanian secara terintegrasi.


"Alhamdulillah, panen perdana ini membuktikan bahwa pendekatan holistik melalui Uwai Tuo, Pabbura, Warani, dan Garisi’ benar-benar efektif. Kami tidak hanya menghemat air dan memperbaiki tanah, tetapi juga menekan risiko hama dan mengoptimalkan pola tanam," ujarnya.


Fadel mengatakan hasil tersebut menunjukkan pertanian cerdas dan berkelanjutan dapat diterapkan di tingkat desa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPS Bone yang telah memverifikasi capaian panen.


Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, turut menyampaikan kebanggaannya atas hasil tersebut. Ia menilai inovasi mahasiswa di bidang pertanian mulai memberikan solusi nyata bagi petani.


"Ini adalah momen bersejarah bagi UKM KPI Unhas. Kami telah membuktikan bahwa inovasi mahasiswa di bidang irigasi, pengolahan limbah, pengendalian hama, dan pola tanam mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian di Indonesia," tegasnya.


Salah satu petani binaan, Burhanuddin, S.P., Ketua Kelompok Tani Mabbiri’ sekaligus Ketua P4S Lamellong, mengaku gembira dengan hasil panen tersebut.


"Kami tidak pernah membayangkan hasil panen bisa sebesar ini. Selama bertahun-tahun kami hanya mendapat 3 ton per hektare. Sekarang, dengan bantuan adik-adik mahasiswa dan teknologi Mannennungeng, kami bisa mendapat 5,3 ton. Ini benar-benar mengubah hidup kami," katanya.


Panen perdana ini menjadi tonggak keberhasilan Program Mannennungeng sekaligus menunjukkan dampak kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam pengembangan pertanian cerdas.


Ke depan, teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di desa-desa lain di Kabupaten Bone dan wilayah Indonesia lainnya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta swasembada pangan yang berkelanjutan. [Ikhlas/*]

Komentar

Tampilkan

  • Teknologi Mannennungeng Bantu Petani Bone Tingkatkan Produktivitas Padi
  • 0

Terkini

Iklan