| Pembekalan yang digelar Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Bone berlangsung di Aula Kantor Kemenag Bone, Rabu (16/9/2026). |
Pembekalan tersebut digelar Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Bone di Aula Kantor Kemenag Bone, Rabu (16/9/2026). Kegiatan itu dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani dan Kasi Penmad Rahman.
Sebanyak 33 siswa tersebut merupakan hasil seleksi OMI tingkat Kabupaten Bone yang berlangsung pada 7-9 September 2026. Mereka terdiri dari enam siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), sembilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 18 siswa Madrasah Aliyah (MA).
Para duta Bone itu selanjutnya akan mengikuti OMI tingkat Provinsi Sulsel pada 5-6 Oktober 2026. Untuk memaksimalkan persiapan, Kemenag Bone membentuk Tim Satuan Tugas Pembinaan yang bertugas mengawal persiapan sekaligus memantau perkembangan peserta hingga kompetisi berlangsung.
Kasi Penmad Kemenag Bone Rahman mengatakan pembekalan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara siswa, guru, dan pendamping. Ia menyebut 33 peserta yang terpilih merupakan siswa terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten.
“33 siswa pada hari ini, itulah yang terbaik dari yang terbaik untuk ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Kakan Kemenag Bone H. Ahmad Yani meminta para peserta memanfaatkan waktu persiapan untuk memperkuat penguasaan bidang yang dilombakan. Ia juga mendorong guru dan pendamping saling bertukar pengalaman untuk membangun pola pembinaan yang lebih terarah.
“Dikurangi dulu mata pelajaran yang lain, difokuskan dulu ke OMI. Kita kasih ruang pada anak-anak untuk menguasai mapel yang diikuti pada OMI,” pesannya.
Hampir separuh peserta disebut telah memiliki pengalaman mengikuti OMI sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa saat menghadapi persaingan dengan peserta terbaik dari kabupaten lain di tingkat provinsi.
Ahmad Yani menegaskan pembinaan yang dilakukan Kemenag Bone tidak berhenti pada target prestasi tingkat provinsi. Ia menyebut ada target yang lebih jauh, yakni membawa peserta hingga kompetisi tingkat nasional.
“Target kita bukan target provinsi. Kita punya komitmen bersama yaitu target nasional,” tegasnya.
Ia juga meminta para siswa tidak minder dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya saat bertanding. “Buktikan bahwa kita pernah juara. Ini bukan hal yang mustahil,” pungkasnya. [Ikhlas /Sugi]