Iklan

Iklan

Bawa Gagasan “Kepemimpinan Navigator”, Sakinah Dorong IMM Hadirkan Perubahan Nyata

29 Agustus 2026, 6:29 PM WIB Last Updated 2026-08-29T10:29:41Z
Sekretaris Bidang Immawati DPP IMM, Sakinah Fitrianti B.


RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Perubahan zaman tidak selalu bisa dikendalikan. Namun, arah perjalanan organisasi tetap berada di tangan para pemimpinnya.

Pesan itulah yang disampaikan Sekretaris Bidang Immawati DPP IMM, Sakinah Fitrianti B, yang juga merupakan demisioner Ketua Pimpinan Cabang IMM Makassar Timur pertama, saat menjadi narasumber dalam Darul Arqam Madya Nasional (Damnas) yang diselenggarakan PC IMM Makassar Timur di Gedung Pusdamwil Sulsel, Jumat malam (29/8/2026).

Di hadapan lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia, Sakinah mengajak kader IMM memahami kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengatur organisasi, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, menentukan arah, dan memastikan organisasi tetap bergerak menuju tujuan.

Dalam forum tersebut, Sakinah mengangkat materi “Kepemimpinan Navigator”. Materi tersebut menggunakan analogi seorang nakhoda dalam menghadapi perjalanan di tengah laut. Seorang nakhoda yang bijak tidak dapat menghentikan badai, tetapi mampu menyesuaikan layar dan kemudi agar kapal tetap bergerak menuju tujuan.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa seorang pemimpin tidak selalu dapat mengendalikan perubahan yang terjadi. Namun, pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membaca situasi, menyesuaikan strategi, menentukan arah baru, dan memastikan seluruh elemen organisasi tetap bergerak menuju tujuan bersama.

Dalam materi tersebut, Sakinah menjelaskan bahwa kepemimpinan di IMM memiliki fondasi prinsip kolektif-kolegial. 

“Kepemimpinan bukanlah milik satu orang. Keputusan dibangun bersama, tanggung jawab dipikul bersama, dan arah organisasi ditentukan melalui proses musyawarah,” katanya yang juga merupakan Ketua Bidang Media KNPI Sulsel ini.

Selain prinsip kolektif-kolegial, Kepemimpinan Navigator juga diletakkan dalam perspektif kepemimpinan profetik. 

“Terdapat tiga kompetensi dasar yang saling menopang, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas,” ujarnya.

Religiusitas menjadi landasan nilai Al-Islam sebagai kompas moral. Intelektualitas diperlukan untuk membaca realitas melalui data, riset, dan nalar kritis. Sementara humanitas menempatkan keberpihakan pada kemanusiaan dan keadilan sosial sebagai bagian penting dari kepemimpinan.

“Dengan demikian, pemimpin IMM tidak hanya dituntut memiliki kemampuan organisatoris, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan nilai keagamaan, kecakapan intelektual, dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan,” tuturnya.

Dalam materi Kepemimpinan Navigator, Sakinah juga mengaitkan proses perubahan organisasi dengan Model Tiga Tahap Kurt Lewin, yakni unfreezing, changing atau moving, dan refreezing.

“Tahap pertama, unfreezing, merupakan proses membangun kesadaran kolektif bahwa kondisi yang ada tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Dalam konteks organisasi IMM, proses tersebut dapat dilakukan dengan memetakan berbagai kegelisahan kader terhadap persoalan yang berkembang, seperti isu keadilan sosial, krisis ekologi, hingga ketimpangan digital,” paparnya.

Keberhasilan perubahan organisasi, menurut kerangka yang dipaparkan dalam materi tersebut, tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pemimpin dalam menjalankan setiap tahapan perubahan. Kegagalan dalam satu tahapan dapat menghambat proses transformasi organisasi secara keseluruhan.

“Kepemimpinan navigator pada akhirnya tidak berhenti pada konsep maupun gaya kepemimpinan. Keberhasilan navigasi organisasi harus terlihat dari output yang dihasilkan bagi kader, organisasi, dan masyarakat, dengan lahirnya kader yang ready to work sekaligus ready to lead. Kader IMM diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memimpin dan menghadirkan perubahan di lingkungan masing-masing,” bebernya.

Kedua, lahirnya karya riset dan publikasi yang bermakna. Produk intelektual berupa buku, artikel, dan riset diharapkan mampu memperkuat ruang publik sekaligus memperkuat posisi intelektual IMM.

“Ketiga, IMM diharapkan mampu hadir sebagai solusi nyata. Kehadiran organisasi tidak hanya dirasakan di lingkungan internal kader, tetapi juga oleh masyarakat melalui peran IMM sebagai mitra dalam menjawab berbagai persoalan sosial,” tutupnya. (Ikhlas/Amin)
Komentar

Tampilkan

  • Bawa Gagasan “Kepemimpinan Navigator”, Sakinah Dorong IMM Hadirkan Perubahan Nyata
  • 0

Terkini

Iklan