Iklan

Iklan

Bandara Sultan Hasanuddin Tanam 70 Ribu Mangrove, Bukan Sekadar Soal Lingkungan

20 Agustus 2026, 1:54 PM WIB Last Updated 2026-08-20T05:54:44Z

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maros Nuryadi saaat mendampingi Pengelola Bandara Sultan Hasanuddin menanam mangrove di kawasan pesisir Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros








RAKYATSATU.COM, MAROS - Pengelola Bandara Sultan Hasanuddin menanam mangrove di kawasan pesisir Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026. Program ini tak hanya ditujukan untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung keselamatan penerbangan.


Penanaman tersebut merupakan bagian dari program InJourney Airports Green. Area konservasi seluas 10 hektare disiapkan untuk penghijauan kawasan pesisir. Sebanyak 70 ribu bibit mangrove akan ditanam secara bertahap.


Regional CEO VI InJourney Airports Handy Heryudhitiawan mengatakan sekitar 60 ribu bibit berasal dari pihak bandara, sedangkan 10 ribu bibit lainnya disiapkan dari tingkat regional.


"Saat ini dari kami secara total kurang lebih sekitar 60.000 dari bandara dan 10.000 dari regional, kurang lebih ada 70.000 bibit mangrove," kata Handy.


Menurut dia, sekitar 5 hektare dari total lahan yang tersedia telah ditanami pada tahap awal. Penanaman akan dilanjutkan hingga seluruh area konservasi seluas 10 hektare tertanami mangrove.


Handy mengatakan keberadaan kawasan mangrove juga diharapkan menciptakan habitat bagi berbagai jenis satwa, termasuk burung.


"Manfaatnya banyak banget, bukan hanya dari sisi kami selaku pengelola bandara, tapi juga dari lingkungan sekitar sini," ujarnya.


Dia berharap habitat burung dapat berkembang di kawasan konservasi tersebut sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin semakin aman.


Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maros Nuryadi mengatakan mangrove memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir. Vegetasi tersebut menjadi habitat berbagai biota laut sekaligus membantu melindungi garis pantai dari abrasi.


"Mangrove ini banyak manfaatnya. Selain menjaga pesisir dari abrasi, juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Nuryadi.


Nuryadi berharap penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu menjaga kawasan tersebut secara bersama-sama.


Menurut dia, kawasan konservasi di Binanga Sangkara memiliki peluang dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Pengembangan itu diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem pesisir dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Ikhlas/Arul) 

Komentar

Tampilkan

  • Bandara Sultan Hasanuddin Tanam 70 Ribu Mangrove, Bukan Sekadar Soal Lingkungan
  • 0

Terkini

Iklan