RAKYATSATU.COM, MAROS - Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengunjungi Sekretariat KONI Kabupaten Maros untuk mempelajari tata kelola organisasi dan pengelolaan dana hibah pemerintah daerah, Rabu, 29 Juli 2026.
Rombongan diterima Ketua Umum KONI Maros, Chaerul Syahab, di Ruang Rapat Kantor KONI Maros, Jalan Azalea, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. Pertemuan turut dihadiri Sekretaris Umum Lory Hendrajaya, Bendahara Umum Suyuti, serta sejumlah ketua bidang KONI Maros.
Anggota Komisi I DPRD Pangkep yang hadir antara lain Irmawati dari PPP, Hj. Halija dari Gerindra, M. Arief dari NasDem, dan Abdul Rauf dari PAN.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tata kelola dana hibah, mulai dari perencanaan, pencairan, pelaksanaan program, hingga mekanisme pertanggungjawaban.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya kesamaan pemahaman terhadap regulasi yang mengatur penggunaan dana hibah. Hal itu dinilai penting untuk menghindari perbedaan penafsiran dalam proses pengawasan maupun pemeriksaan.
Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurut dia, pertukaran pengalaman antarorganisasi dapat memperkuat tata kelola sekaligus memastikan dukungan pemerintah digunakan secara tepat untuk pembinaan olahraga.
"Kami menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Pangkep. Melalui diskusi ini, kami berharap terbangun kesamaan pemahaman dalam pengelolaan dana hibah. Tujuannya agar dana yang ada benar-benar tepat sasaran untuk pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga di daerah," kata Chaerul.
Anggota Komisi I DPRD Pangkep, Abdul Rauf, mengatakan pengalaman KONI Maros akan menjadi salah satu bahan referensi bagi DPRD Pangkep dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola organisasi olahraga.
"Kami datang untuk belajar. Pengalaman KONI Maros dalam mengelola organisasi dan dana hibah sangat berharga. Ini akan kami jadikan referensi untuk memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola di Pangkep agar lebih transparan dan akuntabel," ujar Rauf.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah dalam membangun organisasi olahraga yang profesional dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet. (Ikhlas/arul)