Iklan

Iklan

Jembatan Sungai Maros Dikebut, Target Rampung Sebelum Musim Hujan

07 Juli 2026, 10:31 AM WIB Last Updated 2026-07-07T02:33:08Z

Gubernur Sulsel beserta Bupati dan wakil Bupati Maros meletakkan batu pertama pada proyek jembatan di Kabupaten Maros





RAKYATSATU.COM, MAROS - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan menargetkan pekerjaan pondasi Jembatan Sungai Maros selesai pada Desember 2026. Target tersebut ditetapkan agar proses konstruksi tidak terganggu meningkatnya debit Sungai Maros saat musim penghujan.


Kepala BBPJN Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma, mengatakan proyek saat ini memasuki tahap mutual check (MC), yakni proses pencocokan kondisi lapangan sebelum pekerjaan konstruksi berjalan penuh. Tahapan tersebut dilakukan bersama konsultan supervisi, kontraktor, dan satuan kerja.


"Pekerjaan pondasi atau bangunan bawah kami harapkan selesai pada Desember. Setelah memasuki musim penghujan, aliran sungai akan meningkat sehingga pekerjaan alat berat, terutama bore pile di sungai, akan lebih sulit dilakukan," kata Indra.


Jembatan baru itu memiliki panjang total 103 meter yang terbagi dalam tiga bentang. Konstruksi dilengkapi dua abutment dan dua pier sebagai penyangga utama, dengan pondasi menggunakan bore pile sedalam 8 hingga 10 meter berdiameter 80 sentimeter.


Pembangunan jembatan menghabiskan anggaran Rp51,6 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026–2027 melalui skema kontrak tahun jamak (multiyear contract).


Indra mengatakan proses pembebasan lahan yang sebelumnya menjadi perhatian kini tidak lagi menghambat pelaksanaan proyek. Menurut dia, sebagian besar warga telah menyetujui proses pembayaran lahan yang dibutuhkan.


"Terkait pembebasan lahan, berdasarkan informasi dari pemerintah daerah, sudah tidak ada persoalan berarti. Hampir seluruh warga telah menyetujui proses pembayaran," ujarnya.


Ia juga memastikan desain jembatan telah memperhitungkan potensi sampah dan ranting yang terbawa arus Sungai Maros. Bentang jembatan dibuat cukup lebar sehingga tidak menghambat aliran air.


Selama proses pembangunan, lalu lintas di jalur nasional Makassar–Pangkep tetap berjalan normal karena konstruksi dilakukan di sisi jembatan yang sudah ada. Dengan demikian, tidak diperlukan penutupan maupun pengalihan arus kendaraan.


Duplikasi Jembatan Sungai Maros diharapkan mampu mengatasi penyempitan jalur yang selama ini terjadi. Saat ini ruas jalan sebelum dan sesudah jembatan telah memiliki empat lajur dua arah, sedangkan jembatan lama masih terdiri atas dua lajur sehingga kerap menjadi titik kemacetan.


Setelah proyek rampung, kapasitas jalan diharapkan meningkat dan arus lalu lintas menuju Kabupaten Pangkep maupun Bone menjadi lebih lancar. (Ikhlas/arul) 

Komentar

Tampilkan

  • Jembatan Sungai Maros Dikebut, Target Rampung Sebelum Musim Hujan
  • 0

Terkini

Iklan