![]() |
| Potret Elismawati saat melayani nasabah di outlet miliknya di Desa Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. |
RAKYATSATU.COM, BULUKUMBA - Di pesisir Desa Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, denting palu para pembuat kapal Pinisi nyaris tak pernah berhenti. Di sela aktivitas para pengrajin kapal itu, sebuah outlet sederhana berdiri di tepi jalan dengan sebuah mesin Electronic Data Capture (EDC) di atas meja.
Meski hanya sebuah outlet sederhana di tepi jalan, tempat itu nyaris tak pernah sepi. Sejak pagi hingga malam, warga datang silih berganti untuk menarik uang tunai setelah menerima pembayaran, mengirim uang kepada keluarga, membeli pulsa dan token listrik, membayar tagihan, hingga mengisi saldo dompet digital.
Di balik aktivitas itu, Elismawati (42) melayani masyarakat sebagai Agen BRILink. Selama tiga tahun terakhir, outlet miliknya menjadi tempat warga mengakses berbagai layanan keuangan di kampung para pembuat Pinisi tersebut.
"Yang paling susah itu meyakinkan masyarakat. Banyak yang masih takut pakai layanan digital karena khawatir kena penipuan," ujar perempuan yang akrab disapa Elis itu, Senin (15/6/2026).
Namun, keraguan itu perlahan memudar seiring semakin banyak warga yang merasakan kemudahan bertransaksi secara digital.
"Sekarang kan banyak pembayaran sudah digital. Jadi mereka tidak perlu lagi menghabiskan waktu hanya untuk urusan transfer atau bayar tagihan. Setelah selesai transaksi, mereka bisa lanjut bekerja lagi," ujarnya.
Bagi Elis, setiap transaksi bukan sekadar melayani nasabah. Momen itu juga dimanfaatkannya untuk mengenalkan berbagai layanan keuangan digital kepada warga. "Biasanya saya kasih ki edukasi saat nasabah sedang bertransaksi. Saya jelaskan hal-hal mendasar yang selama ini belum banyak dipahami masyarakat, mulai dari saldo minimum rekening, batas transaksi, hingga biaya administrasi transfer ke sesama bank maupun bank lain," tambahnya.
Menurut Elis, edukasi itu diperlukan karena sebagian besar warga sebelumnya hanya mengenal layanan tarik tunai dan transfer.
"Paling banyak memang layanan transfer dan tarik tunai," ujarnya.
Edukasi yang dilakukan Elis perlahan membuahkan hasil. Jumlah transaksi di Agen BRILink miliknya terus meningkat. "Alhamdulillah, selama Mei 2026 transaksi saya mencapai ribuan," bebernya.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pun terus tumbuh. Amriani menjadi salah satu warga yang merasakan perubahan itu. Ia mengaku hampir seluruh kebutuhan transaksi keuangannya kini dilakukan melalui Agen BRILink milik Elis, mulai dari tarik tunai hingga setor tunai.
"Kalau setor tunai memang ke agen. Bank di sini jauh," katanya.
Meski begitu, ketika membutuhkan layanan di luar jam operasional outlet atau enggan keluar rumah pada malam hari, Amriani memilih menggunakan BRImo untuk bertransaksi.
"Kalau malam biasanya sudah tidak bisa ke outlet, jadi cukup di BRImo saja," ujarnya.
Bagi warga Tanah Lemo, Agen BRILink milik Elis kini bukan sekadar tempat menarik uang atau membayar tagihan. Di tempat itu pula, warga mulai mengenal berbagai layanan keuangan digital melalui pendampingan yang diberikan kepada setiap nasabah.
Peran seperti itulah yang ingin diperluas BRI melalui jaringan Agen BRILink di berbagai daerah.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto, mengatakan Agen BRILink menjadi perpanjangan tangan BRI untuk menghadirkan layanan keuangan lebih dekat kepada masyarakat.
Melalui Agen BRILink, masyarakat kini dapat menikmati berbagai layanan, mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, top up dompet elektronik, hingga mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa harus datang ke kantor cabang.
"Agen BRILink adalah perpanjangan tangan kami di daerah. Ini upaya kami untuk memperluas akses di tempat-tempat yang tidak ada kantor konvensionalnya," ujarnya. (Amin Rais)
