Iklan

Iklan

Maros Jajaki Investasi Jagung Rp53 Miliar, Target Kelola 12 Ribu Ton

20 Juni 2026, 7:10 PM WIB Last Updated 2026-06-20T11:10:51Z
Bupati Maros Chaidir Syam saat menghadiri (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo







RAKYATSATU.COM, MAROS – Keikutsertaan Kabupaten Maros dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo membuka peluang investasi baru di sektor pertanian. PT Gorontalo Pangan Lestari menyatakan minat menanamkan modal lebih dari Rp53 miliar untuk pengembangan komoditas jagung di Maros.


Penjajakan kerja sama dilakukan di sela pelaksanaan PENAS XVII yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pertanian dari berbagai daerah.


Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan partisipasi dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan bertukar pengetahuan di bidang pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi.


"Selain menjadi sarana bagi petani dan nelayan untuk belajar dan bertukar pengalaman, kami juga mendapatkan peluang investasi yang sangat berharga untuk Kabupaten Maros," kata Chaidir, Sabtu, 20 Juni 2026.


Menurut Chaidir, investasi itu berpotensi memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Maros berharap kerja sama tersebut dapat menciptakan kepastian pasar bagi petani jagung.


"Harapan kami, petani mendapatkan kepastian penampungan dan pemasaran hasil panen sehingga rantai produksi dan distribusi dapat berjalan lebih baik," ujarnya.


Perwakilan Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, Jasin Mohammad, mengatakan pihaknya melihat Maros memiliki potensi besar sebagai sentra produksi jagung di kawasan timur Indonesia. Perusahaan berencana mengelola hingga 12.000 ton jagung melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah dan petani.


Menurut Jasin, investasi yang disiapkan tidak hanya berfokus pada pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.


"Kami ingin menghadirkan investasi yang berdampak langsung bagi petani, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi," katanya.


Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP) Maros, Nuryadi, mengatakan pembahasan kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Namun, peluang realisasinya dinilai cukup terbuka, terutama dalam penyerapan hasil panen jagung petani Maros.


"Nilai investasi yang direncanakan mencapai lebih dari Rp53 miliar dan diharapkan mampu memperluas akses pasar serta meningkatkan investasi di sektor pertanian Kabupaten Maros," ujar Nuryadi. (Ikhlas/Arul) 
Komentar

Tampilkan

  • Maros Jajaki Investasi Jagung Rp53 Miliar, Target Kelola 12 Ribu Ton
  • 0

Terkini

Iklan