
Jajaran BRI Cabang Jeneponto saat memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu melalui BRI Peduli/ Foto : Istimewa
RAKYATSATU.COM, JENEPONTO - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Jeneponto kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program BRI Peduli. Kali ini, bantuan sosial disalurkan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu di sejumlah wilayah Kabupaten Jeneponto, Minggu, 21 Juni 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga penerima manfaat yang berada di Kelurahan Empoang, Kelurahan Bontoramba, hingga Desa Marayoka, Kecamatan Bangkala. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, bantuan tunai, dan kebutuhan dasar lainnya.
Bagi Sitti (67), warga Kelurahan Empoang, kunjungan tersebut menjadi momen yang mengharukan. Lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi itu tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh tim BRI.
Tangannya menggenggam erat bantuan yang baru diterimanya. Sesekali matanya berkaca-kaca. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan didatangi langsung oleh jajaran BRI.
"Tenakkulle ku akana-kana," ucapnya lirih, yang berarti dirinya tidak mampu berkata-kata karena terharu.
Sitti bukan satu-satunya warga yang menerima manfaat dari program tersebut. Pada hari yang sama, bantuan juga disalurkan kepada sejumlah warga di Kelurahan Bontoramba hingga Desa Marayoka, Kecamatan Bangkala.
Berbeda dengan kegiatan sosial yang umumnya dipusatkan di satu lokasi, BRI memilih mendatangi langsung rumah-rumah penerima manfaat. Pendekatan door to door ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan sekaligus memberi kesempatan bagi tim BRI untuk melihat langsung kondisi masyarakat.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, bantuan tunai, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Meski sederhana, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Di lokasi berbeda, bantuan juga diterima Mansyur (54), warga yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja beberapa tahun lalu. Sejak mengalami musibah tersebut, aktivitasnya menjadi terbatas dan kesehariannya banyak bergantung pada bantuan keluarga maupun tetangga.
Kehadiran tim BRI di rumahnya menjadi momen yang memberi semangat tersendiri. Dengan suara pelan, ia menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.
"Terima kasih Pak. Sudah lama saya tidak dikunjungi orang," kata Mansyur.
Bagi sebagian orang, bantuan sosial mungkin hanya dipandang sebagai paket sembako atau sejumlah uang. Namun bagi warga seperti Sitti dan Mansyur, kehadiran orang yang datang menyapa, mendengar cerita mereka, dan menunjukkan kepedulian sering kali memiliki arti yang jauh lebih besar.
Pemimpin Cabang BRI Jeneponto, Ari Kusmayadi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.
![]() |
| Pimpinan Cabang BRI Jeneponto Ari Kusmayadi saat memberi bantuan kepada masyarakat kurang mampu melalui program BRI Peduli/ Foto : Istimewa |
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan upaya untuk memastikan bahwa kehadiran BRI dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai lapisan.
"Kami ingin memastikan bantuan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengar dan memahami kondisi warga," ujar Ari.
Ari menilai kehadiran BRI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Karena itu, program-program sosial seperti BRI Peduli akan terus dijalankan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan. Namun setidaknya, bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.
Melalui BRI Peduli, BRI Jeneponto berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lansia, penyandang disabilitas, dan warga kurang mampu di berbagai wilayah Kabupaten Jeneponto.
Sebab bagi sebagian warga, bantuan bukan hanya tentang sembako atau sejumlah uang yang diterima. Lebih dari itu, bantuan menjadi tanda bahwa masih ada yang mengetuk pintu rumah mereka, menyapa, dan menanyakan kabar di tengah berbagai keterbatasan yang dijalani setiap hari. [Ichsan Machmud]
