Iklan

Iklan

Bermula dari Toko Sederhana, Rismawati Perlahan Kembangkan Usahanya Berkat KUR BRI

20 Juni 2026, 8:25 PM WIB Last Updated 2026-06-26T16:36:46Z
Toko Ima di Desa Kabba, Kabupaten Pangkep.


RAKYATSATU.COM, PANGKEP - Menjelang sore, Toko Ima di Desa Kabba, Kabupaten Pangkep, mulai ramai didatangi pelanggan. Anak-anak yang baru pulang sekolah tampak bergantian membeli aneka camilan dan minuman, sementara warga sekitar datang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suasana itu kini menjadi pemandangan yang akrab di toko kelontong milik Rismawati.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan saat Rismawati pertama kali merintis usahanya pada 2021. Keterbatasan modal membuat stok barang di tokonya masih terbatas sehingga belum banyak pilihan yang bisa ditawarkan kepada pelanggan.

Keinginan mengembangkan usaha akhirnya mendapat jalan keluar setelah Rismawati memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp30 juta pada Maret 2022. Dengan tambahan modal tersebut, ia mulai menambah stok berbagai kebutuhan pokok, minuman, hingga camilan anak-anak. Pilihan barang yang semakin lengkap membuat pelanggan memiliki lebih banyak alternatif ketika berbelanja.

"Sebelum mendapatkan KUR, saya belum memiliki modal yang memadai untuk mengembangkan usaha," ujar perempuan berusia 32 tahun itu.

Seiring bertambahnya stok barang, pelanggan yang datang ke Toko Ima pun semakin banyak. Setiap hari, puluhan warga berbelanja di toko tersebut, dengan waktu paling ramai terjadi saat siang hingga malam hari.

"Omzet usaha saya meningkat setelah memperoleh KUR karena modal yang lebih besar memungkinkan saya menambah stok barang dan melayani lebih banyak pelanggan," katanya.

Menurut Rismawati, tambahan modal tersebut juga membantunya menjaga keberlangsungan usaha ketika harga barang mengalami kenaikan. Dengan modal yang tersedia, ia tetap dapat membeli stok dagangan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terus terpenuhi.

"Di tengah kenaikan harga barang, dana KUR sangat membantu karena saya tetap bisa membeli barang untuk dijual," tuturnya.

Rismawati mengaku memilih KUR BRI karena informasi mengenai program tersebut mudah diperoleh, proses pengajuannya jelas, dan persyaratannya mudah dipahami. Meski proses verifikasi hingga pencairan membutuhkan waktu, menurutnya pelayanan yang diberikan cukup baik dan memudahkan pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan.

"Persyaratannya jelas dan prosesnya mudah dipahami. Memang pencairannya perlu sedikit waktu, tetapi pelayanannya cukup baik," ujarnya.

Hingga kini, Toko Ima masih dikelola bersama suaminya. Meski belum mempekerjakan karyawan, usaha tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Rismawati berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usaha. Karena kata dia, bunga yang terjangkau dan proses pengajuan yang mudah menjadi dukungan bagi pelaku usaha untuk terus bertumbuh.

"Jangan ragu mengajukan KUR. Bunganya terjangkau, prosesnya mudah, dan sangat membantu mengembangkan usaha," katanya.

Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto mengatakan bahwa KUR secara konsisten disalurkan kepada UMKM yang produktif. Mereka juga tidak dibebankan pada agunan.

Kata dia, plafon KUR Mikro berada pada kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta, sedangkan KUR Kecil berkisar Rp100 juta hingga Rp500 juta. 

Kemudahan penyaluran KUR itu menjadi bukti komitmen BRI terhadap pengembangan UMKM agar bisa naik kelas.

“Itu untuk plafon di bawah Rp100 juta. Kalau di atasnya itu butuh agunan,” ucapnya.

Diketahui, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 15 Makassar terus mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat di wilayah kerja Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.

Hingga akhir Desember 2025, total penyaluran KUR BRI Region 15 Makassar mencapai Rp16,859 triliun, dengan dominasi sektor mikro dan pertanian sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. (Amin Rais)
Komentar

Tampilkan

  • Bermula dari Toko Sederhana, Rismawati Perlahan Kembangkan Usahanya Berkat KUR BRI
  • 0

Terkini

Iklan