.jpeg)
RMBH BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto saat melakukan pemaparan Penyaluran KUR BRI Region Makassar, di ruang rapat kantor wilayah BRI Makassar, Jumat 8 Mei 2026, lalu/ Foto : Ichsan Machmud
RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BRI Regional Office Makassar menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga awal tahun 2026. Dalam pemaparan kinerja yang disampaikan di Ruang Rapat Kantor Wilayah BRI Makassar, sektor pertanian masih menjadi penopang utama penyaluran KUR di wilayah Sulawesi, Maluku, dan sekitarnya, Jumat 8 Mei 2026, lalu.
Data BRI Regional Office Makassar mencatat, total outstanding (OS) KUR Mikro mengalami peningkatan konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada Desember 2023, OS KUR Mikro tercatat sebesar Rp21,2 triliun, kemudian naik menjadi Rp23,9 triliun pada Desember 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp24,6 triliun pada Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa sektor usaha mikro masih memiliki daya tahan dan potensi yang besar untuk terus berkembang. BRI menilai pertumbuhan itu juga menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha produktif.
Dalam paparan itu disebutkan bahwa sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar penyaluran KUR sepanjang tahun 2025. Nilainya mencapai sekitar Rp8,7 triliun atau setara 52,04 persen dari total penyaluran KUR BRI di Regional Makassar.
Dominasi sektor pertanian menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan masih sangat dibutuhkan oleh petani untuk mendukung kegiatan produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, hingga pengembangan usaha tani.
Selain pertanian, penyaluran KUR juga menyasar sektor perdagangan, jasa, perikanan, dan industri pengolahan. Namun kontribusinya masih berada di bawah sektor pertanian yang dinilai paling dominan di kawasan tersebut.
Salah satu penerima manfaat KUR BRI, Syamsul Rijal. Petani asal Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng ini mengatakan, dana KUR yang ia terima digunakan sepenuhnya sebagai modal produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih dan pupuk, perawatan tanaman, hingga proses panen.
![]() |
| Petani Soppeng saat melakukan perawatan tanaman padi miliknya/ Foto : Ichsan Machmud |
Dia menilai, dukungan modal dapat menjaga kebutuhan produksi sehingga proses panen lebih maksimal. "Kalau tidak ada tambahan modal, kemudian padi butuh pupuk dan air, tentu hasil panen nantinya mempengaruhi," katanya, Rabu 13 Mei 2026.
"Dengan dana KUR ini, kita bisa lakukan pengolahan lahan lebih maksimal," sambungnya.
Menurutnya, kehadiran KUR dinilai tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha, namun juga berdampak pada kesejahteraan petani.
Data periode Januari hingga April 2026 menunjukkan total penyaluran KUR mencapai lebih dari Rp4,8 triliun dengan jumlah debitur sekitar 94 ribu penerima manfaat. Dari angka itu, sektor pertanian kembali menempati posisi tertinggi dengan porsi hampir 50 persen.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto menjelaskan, penyaluran KUR tahun ini masih difokuskan untuk mendorong pertumbuhan UMKM produktif, khususnya di sektor pertanian yang menjadi penyumbang terbesar.
"Penyaluran KUR paling dominan masih berada di sektor pertanian dengan nilai mencapai Rp2,39 triliun atau sekitar 49,60% dari total penyaluran KUR hingga April 2026," jelas Iwan Suprianto.
Sementara sektor perdagangan menyumbang sekitar 24 persen atau sebesar sebesar Rp1,17 triliun, jasa sekitar Rp942,12 miliar atau 19 persen, dan sisanya tersebar di sektor perikanan serta industri pengolahan.
Masih kata Iwan, mayoritas penyaluran KUR masih didominasi KUR Mikro. Dari total debitur penerima KUR, sekitar 98 persen merupakan penerima KUR Mikro, sedangkan KUR Kecil hanya sekitar dua persen.
Kata dia, BRI juga mencatat bahwa kualitas kredit KUR tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) total KUR berada di kisaran dua persen lebih, angka yang dinilai masih dalam batas aman untuk pembiayaan mikro.
Dalam presentasi tersebut, Ia menjelaskan bahwa KUR merupakan pembiayaan yang diperuntukkan bagi individu maupun kelompok usaha produktif dan layak, tetapi belum memiliki agunan tambahan yang cukup atau belum sepenuhnya bankable.
Program KUR sendiri menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Melalui dukungan pembiayaan berbunga rendah, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas aktivitas ekonominya.
“Makanya sebelum diberikan, kami juga ada kunjungan ke UMKM-nya sehingga kami bisa melihat langsung kondisi usahanya. Sebelum penandatanganan, kami juga memberikan edukasi terlebih dahulu kepada calon debitur,” jelas Iwan.
![]() |
| RCEO BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo saat melakukan pemaparan pada pertemuan dengan Media, di ruang rapat kantor wilayah BRI Makassar, Jumat 8 Mei 2026, lalu/ Foto : Ichsan Machmud |
BRI Regional Makassar juga menyoroti peningkatan market share mikro yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, market share mikro regional tercatat mencapai lebih dari 72 persen.
Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara hingga Maluku menjadi daerah dengan kontribusi penyaluran yang cukup besar. Pertumbuhan itu ditopang tingginya aktivitas ekonomi masyarakat di sektor produktif.
Ditempat yang sama, Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo menjelaskan bahwa, BRI dalam penyaluran KUR melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, bank penyalur, lembaga penjamin, hingga pelaku UMKM sendiri.
Sinergi tersebut dinilai penting agar proses penyaluran berjalan tepat sasaran serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Kedati begitu, BRI tidak hanya berfungsi sebagai penyalur KUR, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendukung program pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. [Ichsan Machmud]

