RAKYATSATU.COM, WAJO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bekerjsama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sengkang menggelar kegiatan Non Stop Education (NSE) dalam bentuk Training of Trainers (ToT) Edukator External Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada Agen BRILink di Kabupaten Wajo.
Sebanyak 150 agen BRILink di wilayah Kabupaten Wajo mengikuti kegiatan yang berlangsung, di Hotel Sermani, Kabupaten Wajo, Sabtu 9 Mei 2026.
Kolaborasi itu untuk mengenalkan dan mendukung perluasan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, kepada Agen BRILink yang menjadi ujung tombak Bank BRI dalam memperluas layanan keuangan (branchless banking) dan inklusi keuangan.
Pemimpin Cabang (Pinca) Bank Rakyat Indonesia Cabang Sengkang, Asryani Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung peningkatan literasi keuangan dan edukasi rupiah kepada masyarakat melalui jaringan Agen BRILink.
"Agen BRILink memiliki peran penting sebagai perpanjangan layanan perbankan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para agen semakin memahami pentingnya edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah serta mampu memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan edukatif kepada masyarakat," ujar Asryani Abdullah.
Kolaborasi bersama perbankan dan agen layanan keuangan memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi rupiah hingga ke tingkat daerah.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia dan BRI dapat terus memperkuat literasi keuangan masyarakat serta mendukung terciptanya ekosistem transaksi yang aman dan terpercaya di Kabupaten Wajo," imbuhnya.
Kata Asryani, kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut upaya edukasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap modus penipuan uang palsu yang menyasar agen layanan keuangan digital seperti BRILink.
![]() |
| Para Peserta edukasi external CBP Rupiah yang digelar oleh BI dan Bank BRI yang digelar di Hotel Sermani, Wajo, Sabtu 9 Mei 2026/ Foto : Ichsan Machmud |
Melalui kegiatan ini, para agen BRILink diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali ciri keaslian rupiah serta meningkatkan literasi transaksi keuangan yang aman.
Selain pemaparan materi edukasi CBP Rupiah, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait langkah antisipasi penyalahgunaan transaksi digital dan tata cara penanganan apabila menemukan indikasi uang palsu di lingkungan layanan masyarakat.
Sementara itu, salah satu agen BRILink, Muhammad Ilyas mengatakan, materi yang dibawakan Bank Indonesia dan Bank BRI sangat baik dan membantu para agen BRILink.
Kata dia, materinya tidak hanya teori tapi juga belajar praktek bagaimana mengetahui dan membedakan Uang Asli dan Palsu.
Menurut dia, agen BRILink setiap hari berhadapan dengan banyak transaksi masyarakat. Dalam situasi seperti itu, kemampuan mengenali rupiah menjadi hal penting agar tidak merugikan warga maupun agen sendiri.
“Materinya sangat membantu kami mengenali rupiah dengan lebih baik. Apalagi kami setiap hari menerima transaksi dari masyarakat,” kata Ilyas.
Ia mengaku baru memahami beberapa detail keamanan uang rupiah yang sebelumnya jarang diperhatikan dalam aktivitas transaksi sehari-hari.
Bagi Ilyas, pelatihan seperti itu membuat agen BRILink tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberi edukasi kepada masyarakat.
“Mari kita cinta, bangga, paham, dan sayang rupiah,” kunci Ilyas. [Ichsan Machmud]
.jpeg)
