![]() |
| Owner Simpati Lombok Kuning, Melyana Khohari saat produk miliknya mengikuti pameran tingkat nasional yang difasiltaisi oleh BRI/ Foto : Dok. Melyana Khohari |
RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Dewasa ini, perubahan transkasi keuangan terasa semakin nyata. Dulu, suara koin dan lembaran uang menjadi penanda jual beli. Kini, cukup dengan satu gerakan sederhana, memindai Quick Response (QR), transaksi selesai dalam hitungan detik.
Perkembangan teknologi keuangan atau fintech memang tak lagi bisa dibendung, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu salah satu yang terdepan dalam transformasi digital di Indonesia.
Sejak diperkenalkan secara nasional oleh Bank Indonesia pada 2019, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) perlahan mengubah kebiasaan masyarakat. Metode pembayaran ini menghadirkan kemudahan yang sebelumnya terasa rumit tanpa uang tunai, tanpa repot mencari kembalian, dan tanpa waktu terbuang. Tak heran, hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS telah menembus angka 43,06 juta, dengan mayoritas pelaku usaha berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Owner Simpati Lombok Kuning, Melyana Khohari, merasakan langsung perubahan sejak menghadirkan QRIS BRI di tempat usahanya. Baginya, teknologi ini bukan sekadar alat pembayaran, melainkan solusi praktis dalam melayani pelanggan.
“Sekarang lebih mudah, tinggal pajang kode, pelanggan langsung scan. Tidak perlu repot,” ujarnya.
Kata dia, tidak sedikit pelanggan yang datang semakin jarang membawa uang tunai. Bahkan, sekitar 20 hingga 25 persen transaksi di usahanya kini dilakukan melalui QRIS.
Perubahan ini juga membawa dampak pada kenyamanan berjualan. Tidak ada lagi kerepotan menghitung uang kembalian atau kekhawatiran kekurangan uang kecil. Semua menjadi lebih ringkas dan efisien.
"QRIS ini memang sangat membantu, karena memang pelanggan rata-rata tidak bawa uang cash dan kita juga juga tidak ribet siapkan kembalian," jelasnya.
BRI pun tidak tinggal diam. Sejak awal, Bank ini aktif menawarkan solusi digital kepada para pelaku usaha, termasuk kepada Melyana. Pendampingan dan edukasi menjadi bagian penting agar UMKM tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.
Disisi penggunaan QRIS, Melynda salah satu ASN Pemprov Sulsel mengaku sangat terbantu dengan adanya teknologi QRIS. Pasalnya, dapat mempermudah transaksi dan mengurangi resiko uang palsu serta memudahkan catatan keuangan yang keluar.
"Yang terpenting dalam setiap transaksi itu ialah aman, mudah dan cepat, tidak perlu lagi tunggu kembalian dan khwatir uang palsu," katanya.
Dibalik majunya perkembang teknologi itu, membuktikan bahwa jika dimanfaatkan dengan tepat, mampu membawa kemudahan bagi siapa saja. [Ichsan Machmud]
