Iklan

Iklan

Buruh, Mahasiswa hingga PKL Bakal Padati Karebosi dalam May Day Fest Makassar

30 April 2026, 10:31 PM WIB Last Updated 2026-04-30T14:31:29Z

Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto




RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Makassar tahun ini dikemas berbeda. Tidak lagi identik dengan aksi demonstrasi di jalanan, perayaan 1 Mei 2026 justru diisi kegiatan jalan sehat, panggung rakyat, hingga bazar UMKM di Lapangan Karebosi, Jumat, 1 Mei 2026.


Kegiatan bertajuk “May Day Fest 2026” itu digagas Koalisi Gerakan Rakyat bersama Pemerintah Kota Makassar dengan melibatkan organisasi buruh, mahasiswa, pedagang kaki lima, petani, hingga masyarakat umum.


Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, mengatakan konsep May Day tahun ini dirancang lebih inklusif dan partisipatif. Menurut dia, peringatan Hari Buruh tidak hanya menjadi ruang menyampaikan aspirasi, tetapi juga wadah kebersamaan antara pekerja, pemerintah, dan masyarakat.


“Peringatan May Day kali ini kami buat berbeda. Tidak hanya aksi, tapi ada empat kegiatan utama yang kami siapkan,” kata Akhmad, Kamis, 30 April 2026.


Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan jalan sehat atau fun walk pada pukul 06.00 Wita. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dijadwalkan ikut bersama jajaran organisasi perangkat daerah dan peserta dari berbagai elemen masyarakat.


Setelah itu, panitia akan menggelar rapat akbar buruh pada pukul 08.00 hingga 08.30 Wita. Dalam forum tersebut, sejumlah pimpinan daerah dan pemangku kepentingan diundang untuk menyampaikan pandangan mereka terkait persoalan ketenagakerjaan.


“Kami ingin para pimpinan daerah bisa menyampaikan langsung bagaimana sikap mereka terhadap nasib buruh hari ini,” ujar Akhmad.


Selain agenda diskusi, panitia juga menyiapkan bazar UMKM bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil selama kegiatan berlangsung. Adapun penutupan acara akan diisi panggung rakyat yang menghadirkan pertunjukan seni dan budaya.


Menurut Akhmad, sekitar 10 ribu peserta diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Massa berasal dari sedikitnya 43 organisasi yang terdiri atas serikat buruh, organisasi tani, mahasiswa, pekerja perkebunan, hingga pedagang pasar tradisional.


Empat konfederasi buruh besar dipastikan ikut ambil bagian, di antaranya Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Serikat Gabungan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).


Dalam momentum May Day itu, Koalisi Gerakan Rakyat juga akan membawa sejumlah isu ketenagakerjaan. Mereka mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, menolak sistem upah murah dan outsourcing, serta menyoroti persoalan pemutusan hubungan kerja.


Selain itu, isu reforma agraria, industrialisasi nasional, hingga lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan juga menjadi perhatian dalam peringatan May Day tahun ini.


“Kami ingin agar isu-isu buruh ini benar-benar mendapat perhatian serius,” kata Akhmad.


Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan pemerintah kota mendukung penuh konsep May Day yang dikemas lebih humanis dan kolaboratif.


Menurut Munafri, peringatan Hari Buruh harus menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan suasana aman dan penuh kegembiraan.


“May Day tahun ini menjadi perhatian ekstra bagi kita semua. Berbagai cara kita pikirkan agar perayaan ini berlangsung meriah,” ujar Munafri.


Ia memastikan Pemerintah Kota Makassar menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan, termasuk berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.


“Kita ingin kegiatan ini berjalan dengan baik, aman, dan penuh suasana kegembiraan. Ini ruang bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha,” kata dia. (Ikhlas/Azhar)

Komentar

Tampilkan

  • Buruh, Mahasiswa hingga PKL Bakal Padati Karebosi dalam May Day Fest Makassar
  • 0

Terkini

Iklan